Ranah

Ditjen Migas Lanjutkan Uji Kelayakan Bobibos

125
×

Ditjen Migas Lanjutkan Uji Kelayakan Bobibos

Sebarkan artikel ini
bbm-bobibos-jalani-uji-kelayakan-sebelum-dipasarkan
BBM Bobibos Jalani Uji Kelayakan Sebelum Dipasarkan

Jakarta – Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kembali mengevaluasi bahan bakar alternatif Bobibos besutan PT Inti Sinergi Formula. Produk tersebut kini memasuki tahap uji kelayakan sebelum berpeluang dipasarkan lebih luas di Indonesia.

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, mengatakan Ditjen Migas memanggil kembali pihak produsen untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium sekaligus memastikan standar dan klasifikasi produk. Langkah ini disebut sebagai tindak lanjut dari pertemuan awal pada 14 April lalu.

“Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal pada 14 April lalu, untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standardisasi dan klasifikasi produk sebelum dipasarkan atau digunakan secara luas,” kata Noor dalam keterangan tertulis, Ahad, 26 April 2026.

Dalam proses tersebut, Ditjen Migas meminta Bobibos segera menjalani rangkaian pengujian untuk menentukan kategorinya, apakah masuk bahan bakar nabati (BBN) atau bahan bakar minyak (BBM). Noor menjelaskan, seluruh uji teknis akan dilakukan oleh Lemigas sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami minta Bobibos proaktif menindaklanjuti langkah-langkah teknis ini agar prosesnya akuntabel,” ujarnya.

Tahap awal pengujian dilakukan melalui pengambilan sampel bahan bakar dari tangki penyimpanan dengan mengacu pada standar internasional ASTM D4057. Hasil pengujian itu akan menjadi dasar penilaian kelayakan produk sebelum dipasarkan kepada masyarakat.

PT Inti Sinergi Formula menyatakan siap mengikuti seluruh proses pengujian sesuai ketentuan. Perusahaan sebelumnya telah melakukan identifikasi internal, namun menemukan spesifikasi Bobibos belum memenuhi sejumlah parameter standar, baik untuk kategori BBN maupun BBM.

Bobibos merupakan bahan bakar alternatif berbasis nabati yang dikembangkan PT Inti Sinergi Formula. Nama Bobibos adalah akronim dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos! Produk ini menggunakan limbah jerami padi sebagai bahan baku utama dan dikembangkan di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bahan bakar ini mulai dikenal publik pada akhir 2025 setelah viral karena diklaim memiliki angka oktan atau RON hingga 98, setara dengan BBM berkualitas tinggi. Inovasi tersebut digagas Chief Executive Officer PT Inti Sinergi Formula, Ikhlas Thamrin, yang menyebut pengembangannya berangkat dari pemanfaatan sumber daya lokal.

Ikhlas mengatakan ide pengembangan bahan bakar itu sudah dirintis sejak sekitar satu dekade lalu dan dipercepat di tengah isu kelangkaan serta tingginya harga BBM di Indonesia. Dari riset yang dilakukan sejak 2014, ia melihat potensi besar limbah pertanian untuk diolah menjadi energi ramah lingkungan.

“Padi merupakan komoditas pangan yang sangat dibutuhkan. Sisanya, yakni jerami, bisa kami pakai untuk bahan baku Bobibos,” ujarnya.

Seluruh riset dan pengembangan dilakukan di dalam negeri. Hingga kini, produksi Bobibos masih terbatas sambil menunggu izin produksi massal dari pemerintah. Perusahaan telah memproduksi sekitar 3.000 liter yang diluncurkan pada November 2025, dengan uji coba penggunaan yang masih difokuskan untuk kebutuhan industri di sekitar wilayah Jonggol.