PemerintahanTeknologi

Wamenkomdigi Ajak Generasi Muda Pahami Kebijakan Teknologi

99
×

Wamenkomdigi Ajak Generasi Muda Pahami Kebijakan Teknologi

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan generasi muda tidak cukup hanya memahami teknologi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan generasi muda tidak cukup hanya memahami teknologi.

Jakarta – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai generasi muda harus mengambil peran lebih aktif dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial.

Menurut Nezar, anak muda tidak cukup hanya menjadi pengguna atau penonton, melainkan juga perlu memahami cara merumuskan kebijakan publik agar pemanfaatan teknologi di Indonesia tetap terarah dan memberi manfaat luas.

Pernyataan itu disampaikan Nezar saat menerima peserta Youth Parliamentary 2026 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).

Dalam pertemuan itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses penyusunan kebijakan, mengingat teknologi berkembang sangat cepat dan memengaruhi hampir seluruh sektor kehidupan.

“Ketika Anda melakukan simulasi sidang di parlemen, Anda membahas satu hal yang paling penting, public policy, kebijakan publik,” ujarnya.

Nezar menjelaskan, simulasi parlemen bukan sekadar forum diskusi, melainkan sarana untuk memahami bagaimana keputusan politik dan hukum dirumuskan. Menurut dia, pembahasan di parlemen pada akhirnya harus melahirkan regulasi yang mampu menjawab persoalan strategis bangsa.

“Apa yang anda lakukan nanti di parlemen sebetulnya adalah bagaimana membahas persoalan-persoalan strategis bangsa ini kemudian membuat regulasinya,” katanya.

Ia menegaskan kebijakan publik menjadi faktor penentu agar inovasi teknologi tidak berjalan tanpa kendali.

Regulasi yang tepat, kata Nezar, harus mampu menjaga keseimbangan antara mendorong inovasi dan melindungi kepentingan masyarakat.

“Tidak menghambat inovasi, tapi juga bisa menciptakan lapangan-lapangan kerja baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wamenkomdigi mengingatkan gelombang otomatisasi dan hadirnya berbagai teknologi baru akan membawa perubahan besar bagi dunia kerja.

Karena itu, generasi muda perlu membekali diri dengan pemahaman teknologi agar mampu beradaptasi dan tidak tertinggal.

“Saat ini kita masih at early stage dalam semua hal, termasuk dengan emerging technology,” ujarnya.

Nezar juga menekankan bahwa pemahaman terhadap kebijakan di bidang teknologi membutuhkan wawasan yang luas. Menurut dia, regulasi yang baik hanya bisa lahir jika pembuat kebijakan benar-benar memahami dinamika teknologi, dampak sosial, dan arah perkembangan industrinya.

“Kebijakan bidang teknologi butuh pengetahuan yang cukup luas sehingga bisa merumuskan regulasi secara tepat dan strategis,” katanya.

Di akhir pertemuan, Nezar kembali mengingatkan generasi muda agar tidak sekadar mengikuti arus perkembangan teknologi, tetapi juga aktif mengarahkan penggunaannya. Ia menilai Indonesia membutuhkan anak muda yang mampu menjadi pengendali di tengah perubahan digital, bukan sekadar penumpang.

“Kita harus jadi tuannya dan jangan biarkan kita menjadi budaknya,” tandasnya.