Jakarta – Pendaftaran seleksi calon anggota Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) untuk masa jabatan 2026-2031 terus bertambah.
Hingga Selasa, 28 April 2026 pukul 15.00 WIB, tercatat 47 pelamar telah resmi mendaftar dalam proses yang dibuka pemerintah.
Kementerian Komunikasi dan Digital RI membuka seleksi itu untuk mengisi unsur pengawasan di tubuh LPP RRI selama lima tahun ke depan.
Panitia seleksi yang dibentuk melalui Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital telah menetapkan dan mengumumkan tahapan resmi seleksi calon anggota Dewan Pengawas LPP RRI periode 2026-2031.
Ketua Panitia Seleksi Calon Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Tahun 2026-2031 Edwin Hidayat Abdullah menegaskan, pembentukan Dewan Pengawas menjadi langkah penting untuk memperkuat tata kelola lembaga penyiaran publik yang profesional dan independen.
Menurut Edwin, Dewan Pengawas memegang fungsi strategis dalam menentukan arah kebijakan, mengawasi kinerja, serta menjaga integritas dan independensi LPP RRI sebagai media publik.
“Dewan Pengawas memiliki peran strategis dalam memastikan arah kebijakan, pengawasan kinerja, serta menjaga integritas dan independensi LPP RRI sebagai media publik,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta Pusat, Rabu, 22 April 2026.
Pendaftaran dibuka sejak 22 April 2026 dan akan berlangsung hingga 5 Mei 2026. Pemerintah memberi kesempatan kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi secara terbuka, transparan, dan akuntabel.
Informasi mengenai syarat administrasi, tata cara pendaftaran, dan tahapan seleksi dapat diakses melalui laman resmi seleksi Kementerian Komunikasi dan Digital.
Panitia juga mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi agar proses ini menghasilkan figur Dewan Pengawas yang kompeten dan berintegritas.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses ini guna menghasilkan figur Dewan Pengawas yang kompeten, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat dalam memajukan LPP RRI sebagai lembaga penyiaran publik yang terpercaya dan berkualitas,” kata Edwin.
Pemerintah memastikan seluruh tahapan seleksi akan dipublikasikan secara luas sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.
Dengan pendaftaran yang masih terus berlangsung hingga awal Mei, jumlah pelamar diperkirakan akan terus bertambah.






