Pariaman – Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Pariaman menggelar lomba kolase bagi anak-anak TK se-Kota Pariaman sebagai upaya mendorong kreativitas sekaligus menunjang tumbuh kembang anak usia dini.
Kegiatan yang dibuka Bunda PAUD Kota Pariaman, Ny. Yosneli Balad, itu berlangsung di GOR Rajo Bujang, Karan Aur, Kota Pariaman, Kamis (7/5).
Yosneli menilai lomba kolase memiliki arti penting dalam mendukung masa emas pertumbuhan anak. Menurut dia, usia dini merupakan fase yang tepat untuk melatih motorik sekaligus membentuk karakter sejak awal, yang dimulai dari taman kanak-kanak.
“Pada masa ini, anak-anak diharapkan bisa melatih motorik supaya berkembang dengan tujuan untuk membentuk karakter anak secara dini yang dimulai dari TK. Biarkan anak-anak kita bermain dan berkumpul bersama teman-temannya, tanpa HP atau gadget karena efek dari main gadget atau HP akan menyebabkan kerusakan otak. Dengan adanya lomba ini, akan menjadi sarana penting untuk membangun konsentrasi serta mengembangkan daya imajinasi anak,” ujarnya.
Ia juga menegaskan keberhasilan pendidikan anak tidak hanya diukur dari kemampuan membaca dan berhitung. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk karakter, kreativitas, kemandirian, dan rasa percaya diri anak.
“Keberhasilan pendidikan anak tidak hanya diukur dari kemampuan membaca atau berhitung semata, tetapi juga dari bagaimana kita mampu membentuk karakter, kreativitas, kemandirian, dan rasa percaya diri anak-anak kita,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman, Hertati Taher, mengatakan lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang ekspresi bagi anak-anak di era digital. Ia menilai seni kolase membantu anak berinteraksi dengan tekstur dan warna, sekaligus melatih kesabaran.
“Kita ingin anak-anak kembali berinteraksi dengan tekstur, warna, dan melatih kesabaran mereka melalui seni kolase. Anak-anak usia TK disebut sebagai Generasi Emas yang sedang berada dalam masa pertumbuhan terbaik. Melalui kegiatan lomba ini, anak-anak diajak untuk belajar berani tampil, bersosialisasi, menghargai proses, dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” ujarnya.
Di arena lomba, para peserta terlihat antusias menempelkan potongan bahan dengan penuh konsentrasi. Persaingan antar-anak juga tampak ketat dengan teknik penempelan yang semakin detail dan gradasi warna yang menarik.
Pemerintah Kota Pariaman berharap sinergi antara pemerintah, organisasi profesi seperti IGTKI, sekolah, dan orang tua terus terjalin erat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mewujudkan generasi Kota Pariaman yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
“Kepada semua peserta, menang atau belum menang bukanlah hal yang paling utama. Yang paling penting adalah keberanian untuk mencoba, semangat untuk berkarya, dan kebahagiaan dalam belajar,” pungkasnya.






