Ranah

Alfamart Evaluasi Ekspansi 100 Gerai ke Bangladesh

86
×

Alfamart Evaluasi Ekspansi 100 Gerai ke Bangladesh

Sebarkan artikel ini
konflik-timur-tengah-belum-berdampak-ke-ekspansi-ritel-ri
Konflik Timur Tengah Belum Berdampak ke Ekspansi Ritel RI

Jakarta – Rencana Alfamart membuka 100 gerai di Bangladesh pada tahun ini masih menunggu hasil evaluasi dua gerai yang sudah dan akan segera beroperasi. Keputusan ekspansi itu akan sangat ditentukan oleh kinerja gerai yang lebih dulu dibuka tersebut.

Direktur Corporate Affairs Alfamart Solihin mengatakan keberlanjutan ekspansi bergantung pada hasil penilaian awal atas dua gerai itu. “Sangat tergantung hasil evaluasi dari dua gerai yang sudah dan akan buka dalam waktu dekat ini,” ujarnya melalui pesan teks, Kamis, 23 April 2026.

Di tengah rencana ekspansi tersebut, pemerintah menyebut pengembangan ritel modern Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri, masih berjalan stabil. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan sejauh ini ekspansi ritel modern ke luar negeri belum terdampak konflik Timur Tengah.

Ia menambahkan, perkembangan ritel modern di dalam negeri masih berlangsung, meski tidak seagresif satu dekade lalu. “Tidak se-ekspansif 10 tahun yang lalu,” kata Iqbal di Graha Mandiri, Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Iqbal juga menilai kinerja penjualan ritel modern di dalam negeri tetap terjaga. Hal itu, menurut dia, tercermin dari capaian program belanja nasional pada kuartal pertama 2026 yang melampaui target.

Kementerian Perdagangan mencatat total transaksi gabungan dua program belanja nasional pada periode tersebut mencapai Rp 184,02 triliun, lebih tinggi dari target Rp 172,38 triliun. Dua program itu adalah Friday Mubarak dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026.

Friday Mubarak yang digagas Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia atau Aprindo membukukan transaksi Rp 129,12 triliun, atau 8,5 persen di atas target. Program yang berlangsung pada 11 Februari-31 Maret 2026 itu melibatkan sekitar 200 merek ritel, 11 juta pedagang pasar, 414 pusat belanja, dan 13.450 pasar rakyat di seluruh Indonesia.

Sementara itu, BINA Lebaran 2026 yang diinisiasi Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia atau Hippindo mencatat transaksi Rp 54,9 triliun, atau 2,8 persen di atas target. Program yang digelar pada 6-30 Maret 2026 itu diikuti sekitar 800 merek, 80 ribu gerai ritel, dan 400 pusat belanja di 24 provinsi.

Data Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia atau APPBI menunjukkan kunjungan masyarakat ke pusat belanja saat Ramadan dan Idul Fitri tahun ini naik 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Konsumsi masyarakat terutama didominasi makanan dan minuman serta hiburan.

Sepanjang 2026, pemerintah bersama asosiasi pelaku usaha juga menyiapkan sejumlah program belanja strategis untuk menjaga daya beli masyarakat. Program tersebut akan dijalankan oleh Hippindo, Aprindo, dan APPBI pada berbagai periode sepanjang tahun ini.

Hippindo menyiapkan BINA Holiday pada Juni-Juli 2026, BINA HBD Indonesia pada Agustus 2026, serta BINA Indonesia Great Sale pada Desember 2026. Aprindo juga akan menggelar Holiday Sale pada Juni 2026, Merdeka Madness pada Agustus 2026, dan Every Purchase is Cheap atau EPIC Sale pada Desember 2026. Sementara itu, APPBI akan menghadirkan Indonesia Shopping Festival pada Agustus 2026.