EkonomiRanah

Arus Peti Kemas SPTP Lampaui Target, Ekonomi Terus Bergerak

185
×

Arus Peti Kemas SPTP Lampaui Target, Ekonomi Terus Bergerak

Sebarkan artikel ini
arus-peti-kemas-melonjak,-pelindo-terminal-petikemas-yakin-target-2025-terlampaui
Arus Peti Kemas Melonjak, Pelindo Terminal Petikemas Yakin Target 2025 Terlampaui

Surabaya – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menargetkan pertumbuhan arus peti kemas hingga 5% pada tahun 2025. Target ini lebih tinggi dari realisasi tahun 2024.

SPTP mencatat, hingga November 2025, arus peti kemas mencapai 12,12 juta TEUs (Twenty-foot Equivalent Units).

Perusahaan memprediksi total arus peti kemas hingga akhir tahun 2025 akan mencapai 13,13 juta TEUs. Angka ini melampaui capaian tahun 2024 sebesar 12,48 juta TEUs.

“Kami optimistis target tahun 2025 sebanyak 12,95 Juta TEUs dapat tercapai,” ujar Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, Rabu (10/12/2024).

Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan di berbagai terminal yang dikelola SPTP.

TPK Pantoloan mencatat lonjakan 52% dalam komoditas kelapa pada triwulan III 2025. Sementara itu, TPK Bumiharjo mengalami peningkatan ekspor plywood ke Korea dan Tiongkok.

TPK Teluk Bayur mencatat pertumbuhan komoditas karet (20%), perlite (45%), dan pakan ternak (lebih dari 100%).

Lonjakan kunjungan kapal dan penambahan rute layanan juga berkontribusi pada peningkatan arus peti kemas. Terminal Teluk Lamong mencatat 26 kunjungan kapal dari Januari hingga September 2025.

“Pertumbuhan yang cukup besar terjadi di TPK Semarang,” imbuh Widyaswendra. Hal ini didorong oleh meningkatnya aktivitas industri di Kawasan Industri Kendal, Sayung, dan Batang.

Ekonom senior INDEF, Didik J. Rachbini, menilai pertumbuhan arus peti kemas mencerminkan kondisi perekonomian nasional.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2025 tercatat sebesar 5,04% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Didik menekankan pentingnya industrialisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, yang pada gilirannya akan meningkatkan arus peti kemas.

Managing Partner PH&H Public Policy Interest Group, Agus Pambagio, menekankan perlunya peningkatan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas pendukung untuk meningkatkan daya saing nasional.

Ia juga menyoroti pentingnya pelabuhan transhipment hub dan kebijakan yang mendukung iklim investasi.