Jakarta – Jalan Tol Bogor-Serpong via Parung sepanjang 32,03 kilometer akan mulai dibangun pada 2026. Investasi proyek ini mencapai Rp 12,35 triliun.
Kabar baiknya, pembangunan jalan bebas hambatan ini tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Wilan Oktavian, memastikan hal tersebut.
Proyek ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan metode bangun, guna, serah.
“Nilai investasi ini mencakup seluruh biaya pembangunan, mulai dari perencanaan teknis, pengadaan tanah, konstruksi, hingga pengoperasian,” jelas Wilan saat penandatanganan perjanjian pembangunan di Jakarta, Jumat (3/10/2025).
PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PPI turut mendukung proyek jalan tol ini dengan memberikan penjaminan.
Penjaminan ini bertujuan untuk memitigasi risiko dan menjamin keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.
Wilan menjelaskan, proyek ini merupakan prakarsa badan usaha yang telah melalui delapan tahapan proses.
Konsorsium pemenang membentuk badan usaha Jalan Tol bernama PT Bogor Serpong Intrasaras (BSIS).
Saham mayoritas PT BSIS dipegang oleh Persada Utama Infra (52 persen), PT Jasa Marga (26 persen), PT Adhi Karya (12 persen), dan PT Hutama Karya Infrastruktur (10 persen).
Menteri PU Dody Hanggodo menambahkan, ruas Tol Bogor-Serpong via Parung merupakan simpul strategis yang menghubungkan pusat pertumbuhan di Jabodetabek.
Ruas tol ini merupakan bagian dari Tol Jakarta Outer Ring Road 3.
“Kehadirannya akan memperlancar mobilitas, mengurangi beban jalan arteri, dan memperpendek waktu tempuh,” kata Dody.
Dody meyakini jalan tol ini akan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Jabodetabek.
“Kami berharap, ruas Bogor-Serpong via Parung semakin memperkuat arus masuk foreign direct investment,” pungkasnya.






