Ranah

East Ventures Pacu Investasi Media, GDP Terus Bertumbuh

174
×

East Ventures Pacu Investasi Media, GDP Terus Bertumbuh

Sebarkan artikel ini
alasan-east-ventures-dan-gdp-menilai-investasi-di-media-masih-menarik
Alasan East Ventures dan GDP Menilai Investasi di Media Masih Menarik

Jakarta – Sektor media dinilai tetap menjadi lahan investasi yang menarik, terutama karena perannya dalam meningkatkan literasi masyarakat.

Hal ini diungkapkan oleh Co-founder & Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca.

Menurut Willson, media menawarkan potensi pertumbuhan dan inovasi di tengah disrupsi dan perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI).

“Salah satu alasan kami berinvestasi di media adalah karena ada aspek edukasinya. Media juga memiliki ceruk pasarnya masing-masing,” ujar Willson dalam Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Willson menambahkan, tren industri media saat ini bergeser dari Search Engine Optimization (SEO) menuju AI Optimization.

Media, menurutnya, harus terus berinovasi dan mencoba teknologi baru.

“Yang terpenting adalah adanya keunikan yang membedakan media tersebut dari media lainnya,” katanya.

Selain inovasi, Willson menekankan pentingnya visi dan integritas pendiri media dalam menarik kepercayaan investor.

“Pendirinya harus visioner, tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata. Karena pada akhirnya, nilai dan visi yang kuatlah yang akan membuat media bertahan,” tegasnya.

Sementara itu, CEO Group GDP Venture, Martin Hartono, menyatakan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan industri media di Indonesia.

“Investor tidak memandang apakah akan berinvestasi di media lokal atau nasional. Yang penting adalah segmentasi dan inovasi media tersebut menarik. Kami tetap berkomitmen untuk berinvestasi di media,” kata Martin.

Martin menambahkan, kriteria media yang menarik bagi investor bukan hanya potensi keuntungan, tetapi juga kemampuan organisasi dalam mewujudkan visi dan memberikan dampak sosial.

“Kuncinya adalah kemampuan untuk mewujudkan visi dan misi serta membangun tim yang solid. Kemudian, konten yang mendidik untuk membangun kesejahteraan negara. Karena jika negara sejahtera, bisnis juga akan membaik,” jelas Martin.

IDC 2025 yang diselenggarakan AMSI di The Hub Epicentrum, Jakarta Selatan, pada 22-23 Oktober 2025 mengusung tema “Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital”.

Tema ini menyoroti pentingnya kedaulatan dan kemandirian industri media dalam menghadapi gelombang transformasi digital berbasis AI.

Acara IDC dan AMSI Awards 2025 didukung oleh berbagai pihak, termasuk Sinar Mas Land, PT Astra International Tbk., Djarum Foundation, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Pertamina (Persero), PT Harita Nickel, PT Alam Tri Resources Indonesia Tbk., PT Telkom Indonesia Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Indofood Sukses Makmur Tbk., Mining Industry Indonesia atau MIND ID, PT PLN (Persero), PT Merdeka Copper Gold Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Indosat Tbk., dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.