EkonomiRanah

ESDM Pacu Produksi Listrik Nasional Hingga 354 TWh

171
×

ESDM Pacu Produksi Listrik Nasional Hingga 354 TWh

Sebarkan artikel ini
esdm-taksir-produksi-listrik-2025-capai-354-twh
ESDM Taksir Produksi Listrik 2025 Capai 354 TWh

Jakarta – Kementerian ESDM memproyeksikan produksi listrik nasional mencapai 354 TWh pada 2025. Hingga Oktober 2025, produksi listrik dari PLN dan IPP tercatat 290 TWh.

Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, menegaskan batu bara masih menjadi sumber utama pasokan listrik.

“Kontribusi batu bara masih menjadi penopang utama,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR, Kamis (13/11/2025).

Data menunjukkan, 66,52% atau 193,22 TWh listrik berasal dari pembangkit batu bara. Tren produksi dari Januari hingga Oktober menunjukkan stabilitas batu bara sebagai sumber energi baseload.

Gas bumi menjadi sumber energi terbesar kedua, menyumbang 47,46 TWh atau 16,34% dari total produksi hingga Oktober 2025. Produksi listrik dari gas terus meningkat dan berperan sebagai penyeimbang sistem kelistrikan.

Sementara itu, energi baru terbarukan (EBT) menunjukkan pertumbuhan positif. Produksi listrik dari EBT meningkat dari 3,72 TWh pada Januari menjadi 37,48 TWh pada Oktober, setara 12,9% dari total produksi.

“Walaupun kontribusi EBT belum besar, tren kenaikan yang stabil menandakan fondasi pengembangan energi bersih kita semakin kuat,” kata Tri.

Capaian EBT sebesar 14,4% dari kapasitas terpasang nasional merupakan hasil dari upaya yang panjang. Pembangunan PLTA di pedalaman menghadapi tantangan, dan eksplorasi panas bumi berisiko tinggi karena berada di kawasan hutan.

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) relatif cepat, tetapi bersifat intermiten dan bergantung pada cuaca.

BBM dan bahan bakar nabati (BBN) menyumbang 12,2 TWh atau 4,23% dari total produksi listrik hingga Oktober. Energi ini digunakan untuk melistriki daerah terpencil dan perbatasan yang belum terhubung ke jaringan listrik besar.

“Kenaikan produksi listrik tahun 2025 ini menunjukkan bahwa kebutuhan energi nasional terus tumbuh, sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan pembangunan,” pungkas Tri.