EkonomiRanah

Garuda Berbenah: Danantara Suntik Modal, Kedaulatan Udara Terjaga

284
×

Garuda Berbenah: Danantara Suntik Modal, Kedaulatan Udara Terjaga

Sebarkan artikel ini
ansett-dan-panam-gugur-karena-minimnya-intervensi-negara,-indonesia-tak-boleh-lengah
Ansett dan PanAm Gugur karena Minimnya Intervensi Negara, Indonesia Tak Boleh Lengah

Jakarta – Garuda Indonesia berupaya menjaga kedaulatan udara nasional dengan mengajukan permohonan penyertaan modal sebesar Rp30,31 triliun. Dana tersebut diajukan kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Langkah ini krusial untuk memastikan keberlangsungan operasional dan transformasi maskapai pelat merah tersebut. Dukungan ini bukan hanya investasi, tetapi juga mandat negara.

Analis kebijakan publik Hendri Satrio menegaskan, dukungan terhadap Garuda adalah untuk menjaga kedaulatan langit dan memperkuat industri penerbangan nasional.

“Danantara menjalankan mandat ini bukan semata demi menyelamatkan Garuda Indonesia, tetapi demi menjaga kehormatan negara,” ujarnya.

Menurut Hendri, langkah ini strategis dan mencerminkan komitmen terhadap masa depan kebanggaan nasional. “Kita tidak memiliki pilihan selain memastikan Garuda tetap mengangkasa,” imbuhnya.

Analis aviasi senior Gatot Rahardjo menambahkan, Garuda membutuhkan mitra yang mampu mendorong restrukturisasi menyeluruh, bukan hanya pendanaan. Dukungan dari Danantara diharapkan dapat mengaktifkan armada yang tidak beroperasi karena keterbatasan biaya perawatan.

Sementara itu, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza C. Suryanata, memperkirakan suntikan modal Danantara akan memperbaiki struktur keuangan Garuda secara signifikan.

Rencana penyertaan modal mencakup setoran tunai dan konversi pinjaman pemegang saham menjadi saham baru. Garuda juga menyiapkan alokasi dana untuk operasional, perawatan armada, penguatan Citilink, ekspansi armada, hingga pelunasan utang bahan bakar.

Sinyal pemulihan Garuda mulai terlihat dari data semester I-2025. Pendapatan rata-rata per armada meningkat 1,3 persen menjadi 15,88 juta dolar AS.

Restrukturisasi Garuda juga mencakup perubahan manajemen. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Oktober 2025 menyetujui susunan manajemen baru yang memperkuat tata kelola dan profesionalisasi.

Penempatan dua direktur asing, Balagopal Kunduvara dan Neil Raymond Mills, menjadi simbol keseriusan arah baru ini. CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa penempatan ekspatriat ini adalah keputusan strategis berbasis analisis kebutuhan dan manfaat jangka panjang.

Presiden Prabowo Subianto bahkan telah mengubah regulasi untuk memberi ruang legal bagi WNA menempati posisi direksi di BUMN. Hal ini sebagai bagian dari reformasi untuk menghadirkan manajemen BUMN yang profesional, efisien, dan bertaraf internasional.