Ranah

Garuda Indonesia Terus Negosiasi Pembelian Pesawat Boeing

127
×

Garuda Indonesia Terus Negosiasi Pembelian Pesawat Boeing

Sebarkan artikel ini
perkembangan-proses-pembelian-pesawat-boeing-oleh-garuda
Perkembangan Proses Pembelian Pesawat Boeing oleh Garuda

Jakarta – Komitmen pembelian 50 pesawat Boeing oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjadi sorotan, seiring dengan upaya maskapai pelat merah ini untuk memperkuat armadanya. Rencana ini mencuat setelah perbincangan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto mengenai kesepakatan dagang antara kedua negara.

Presiden Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Selasa (15/7/2025) waktu AS, menyatakan bahwa Indonesia telah berkomitmen untuk membeli komoditas energi AS senilai US$ 15 miliar, produk pertanian Amerika senilai US$ 4,5 miliar, dan 50 jet Boeing, yang sebagian besar adalah seri 777.

Presiden Prabowo menyambut baik rencana pembelian puluhan armada pesawat Boeing tersebut. Ia menilai langkah ini penting untuk pengembangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan menegaskan tekadnya untuk membesarkan maskapai tersebut.

“Jadi, Garuda harus menjadi lambang Indonesia. Kita bertekad, saya bertekad untuk membesarkan Garuda,” kata Prabowo usai tiba dari kunjungan kerja ke beberapa negara di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Lantas, bagaimana perkembangan terkini dari rencana pembelian 50 pesawat Boeing ini?

Vice President (VP) Corporate Secretary Garuda Indonesia, Cahyadi Indrananto, mengungkapkan bahwa perseroan tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak pemberi dana potensial. Ia mengatakan, beberapa pihak telah menunjukkan minat untuk mendanai pembelian puluhan pesawat tersebut.

“Ada pihak-pihak yang telah menunjukkan minat untuk menyediakan pendanaan,” ujar Cahyadi saat dihubungi pada Senin (21/7/2025).

Namun, Cahyadi enggan memberikan rincian mengenai pihak-pihak potensial yang dimaksud. Ia menambahkan bahwa seluruh proses masih berlangsung dan belum mencapai kesepakatan akhir. “Karena ini work in progress, saya belum dapat menyampaikan detailnya. Namun, semoga prosesnya lancar dan nanti akan segera kami sampaikan di kesempatan pertama,” jelasnya.

Cahyadi juga menjelaskan bahwa pinjaman dana sebesar Rp 6,65 triliun dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada Juni lalu tidak dapat digunakan untuk membeli pesawat Boeing. Dana tersebut, menurutnya, dialokasikan untuk perawatan hingga perbaikan pesawat. “Shareholder loan dari Danantara bulan Juni lalu adalah hal yang berbeda. Kolaborasi Garuda dengan Danantara saat itu adalah untuk mendanai kebutuhan maintenance, repair, and overhaul (MRO/pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan), baik Garuda maupun Citilink,” ungkap Cahyadi.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan, menyatakan bahwa perusahaan sedang menjalin komunikasi dengan beberapa pihak untuk menghimpun dana, terutama terkait rencana pembelian 50 pesawat Boeing. Saat ini, Garuda Indonesia menggunakan dana pinjaman dari Danantara sebesar Rp 6,65 triliun dan dana internal.

Wamildan menjelaskan bahwa pembelian puluhan armada pesawat tersebut sejalan dengan upaya penyehatan keuangan sebagaimana termaktub dalam rancangan restrukturisasi. Alokasi dana tersebut, lanjutnya, telah disetujui oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (30/6/2025). “Selain itu, Perseroan juga secara paralel tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak pemberi dana potensial,” kata Wamildan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (21/7/2025).

Terkait progres pembelian pesawat Boeing, Wamildan mengungkapkan bahwa Garuda Indonesia masih terus berkomunikasi dengan pabrikan asal AS tersebut. Pembahasannya mencakup rincian kebutuhan armada yang sesuai dengan pangsa pasar Garuda Indonesia. “Perseroan dan Boeing tengah melakukan komunikasi secara intensif,” ucap Wamildan. Ia menegaskan bahwa pembelian armada pesawat menjadi bagian dari strategi jangka panjang penyehatan keuangan Garuda Indonesia, sekaligus transformasi bisnis melalui penguatan armada dan optimalisasi jaringan penerbangan dalam lima tahun ke depan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa rencana pembelian 50 pesawat Boeing oleh Garuda Indonesia masih dalam tahap negosiasi antara kedua pihak. Ia menyebutkan bahwa kedua pihak masih belum mencapai kesepakatan. “Pesawat Garuda itu sedang dalam proses negosiasi business-to-business (B2B) antara Boeing dengan Garuda. Jadi, nanti teknisnya kita tunggu perkembangan selanjutnya,” ujar Airlangga usai sosialisasi tarif Trump bersama asosiasi pengusaha di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (21/7/2025), seperti dikutip dari Antara.