EkonomiPemerintahRanah

Gerakan Pangan Murah Berlanjut, Sasar Masyarakat Kelurahan Garegeh Bukittinggi

196
×

Gerakan Pangan Murah Berlanjut, Sasar Masyarakat Kelurahan Garegeh Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
gerakan-pangan-murah-berlanjut,-sasar-masyarakat-kelurahan-garegeh-bukittinggi
Gerakan Pangan Murah Berlanjut, Sasar Masyarakat Kelurahan Garegeh Bukittinggi

Bukittinggi – Harga komoditas pangan di Bukittinggi ditekan melalui Gerakan Pangan Murah yang menyasar seluruh kelurahan.

Bulog bersama Dinas Ketahanan Pangan Kota Bukittinggi menggencarkan program ini untuk membantu masyarakat.

Ratusan warga antusias memadati Kelurahan Garegeh, Kecamatan Mandiangin, pada Selasa (23/9/2025) untuk membeli sembako murah. Lokasi ini menjadi pusat kegiatan Gerakan Pangan Murah kali ini.

Kepala Bulog Bukittinggi, Romi Victarosse, menyatakan program ini berlangsung dari 15 September hingga 15 Oktober 2025.

Dinas Ketahanan Pangan Bukittinggi berkolaborasi dengan Bulog untuk melakukan intervensi pasar. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bukittinggi, Hendri.

“Kami memang berkolaborasi dengan Bulog untuk Gerakan Pangan Murah ini,” ujar Hendri. Tujuannya adalah menekan harga sejumlah komoditas pangan, terutama beras premium yang harganya kini di atas HET.

Bulog menyiapkan 20 ton beras dan 1.200 liter minyak goreng untuk mendukung gerakan ini. Jumlah tersebut dapat ditingkatkan jika permintaan melonjak.

Warga menyambut baik program ini. Ibu Rina (46), seorang warga, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan ini.

“Sangat membantu sekali, terutama saat harga di pasar sedang naik,” kata Ibu Rina. Ia menambahkan bahwa perbedaan harga beras dan minyak goreng sangat terasa.

Dalam kegiatan ini, beras SPHP dijual Rp120.800 per 10 kg, beras premium Rp150.400 per 10 kg, dan minyak goreng Rp15.500 per liter. Harga ini jauh di bawah harga pasar.

Gerakan ini menjadi bukti sinergi pemerintah daerah dan Bulog dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan, serta mengendalikan inflasi di Bukittinggi.