Ranah

GIIAS Dongkrak Penjualan Mobil Listrik, Masyarakat Berburu Diskon!

178
×

GIIAS Dongkrak Penjualan Mobil Listrik, Masyarakat Berburu Diskon!

Sebarkan artikel ini
giias-menjadi-oasis-di-tengah-kelesuan-industri-otomotif
GIIAS Menjadi Oasis di Tengah Kelesuan Industri Otomotif

Jakarta – Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 menjadi momentum bagi masyarakat untuk menjajaki opsi kendaraan listrik, di mana merek BYD menjadi salah satu yang paling diminati. Ayu Anatriera (37), seorang dokter, mengaku kepincut dengan BYD setelah mendengar berbagai testimoni positif dari rekan-rekannya.

Ayu mengungkapkan, dirinya sudah lama berencana membeli mobil listrik meski telah memiliki mobil berbahan bakar bensin. “Saya mau beli mobil listrik. Terus saya browsing-browsing mana yang lebih affordable, efisien, bisa muat di garasi, itu jatuhnya ke pilihan BYD,” ujar Ayu saat ditemui di ICE BSD, Sabtu (26/7/2025). Ia berencana menggunakan mobil listrik untuk aktivitas sehari-hari karena bebas ganjil genap, sementara mobil bensin akan digunakan untuk perjalanan jarak jauh ke luar kota.

Menurut Ayu, rekomendasi dari teman-temannya sangat berpengaruh dalam keputusannya. “Memang lebih banyak positive response-nya di BYD,” tuturnya. Pilihannya kemudian tertuju pada BYD Atto 1 yang baru saja diluncurkan di GIIAS 2025. Selain karena peluncuran tersebut, Ayu juga ingin memanfaatkan kesempatan untuk melakukan test drive di pameran. Ia mengaku menjadi salah satu pemesan pertama dan dijadwalkan menerima BYD Atto 1 pada Oktober mendatang.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Rahmat Jatiwaluyo (31), warga Tangerang Selatan, yang tertarik membeli mobil listrik setelah mengunjungi stan BYD di GIIAS. Rahmat datang ke GIIAS dengan tujuan melihat berbagai mobil listrik yang dipamerkan dan berencana mengganti mobil bensinnya dengan mobil listrik (BEV).

Rahmat berpendapat, mobil listrik dapat menjadi solusi untuk menekan biaya transportasi. Ia memperkirakan dapat menghemat pengeluaran bulanan untuk bahan bakar. “Karena biaya nge-charger dan bensin kalau ditotal lebih murah charger,” jelasnya. Selain itu, Rahmat juga mempertimbangkan kebijakan bebas ganjil genap dan insentif pembelian mobil listrik yang ditawarkan pemerintah.

Saat ini, Rahmat masih menimbang antara BYD Atto 1 dan Chery TIGGO Cross. “Price-nya bagus, terus BYD namanya sudah cukup bagus juga dan di kelasnya kayaknya dia yang paling menarik kalau sekarang,” kata Rahmat. BYD Atto 1 adalah battery electric vehicle (BEV) dengan harga antara Rp 195-235 juta, sementara Chery TIGGO Cross adalah plug-in hybrid vehicle (PHEV) yang dibanderol Rp319,8 juta.

Pengalaman menggunakan motor listrik membuat Rahmat semakin yakin untuk membeli BEV. Ia juga tidak khawatir dengan infrastruktur mobil listrik. “Setelah punya motor listrik jadi tahu sebenarnya SPKLU banyak cuma jenisnya beda-beda. Itu nanti tinggal ke depannya gimana ekosistemnya bisa lebih bagus lagi,” ungkapnya.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies, Nailul Huda, berpendapat bahwa GIIAS memiliki potensi besar untuk meningkatkan penjualan mobil, terutama dengan adanya promo menarik seperti potongan harga. “Menurut saya bisa menjadi harapan bagi produsen mobil untuk mendongkrak penjualan yang sedang lesu,” kata Nailul melalui pesan tertulis.

Nailul menambahkan, ada dua kemungkinan terkait kondisi daya beli masyarakat saat ini. Pertama, masyarakat menunda pembelian mobil untuk memanfaatkan diskon di GIIAS. “Pameran di GIIAS biasanya memberikan diskon cukup besar,” jelasnya. Kedua, penurunan daya beli masyarakat yang beralih ke mobil bekas menjadi penyebab lesunya penjualan mobil. “Daya beli sedang merosot, ada kemungkinan meskipun didiskon secara besar-besaran, minat masyarakat akan mobil baru cenderung rendah,” pungkas Nailul.