EkonomiPemerintahRanah

Mahyeldi Ajak Apical Group Ekspansi Investasi di Sumbar

444
×

Mahyeldi Ajak Apical Group Ekspansi Investasi di Sumbar

Sebarkan artikel ini
ajak-apical-group-perluas-investasi-di-sumbar,-gubernur-mahyeldi-minta-opd-carikan-lahan
Ajak Apical Group Perluas Investasi di Sumbar, Gubernur Mahyeldi Minta OPD Carikan Lahan

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berupaya menarik investasi lebih besar dari Apical Group dalam sektor pengolahan minyak kelapa sawit mentah (CPO).

Ajakan ini disampaikan seiring dengan upaya peningkatan ekonomi daerah.

Hal tersebut terungkap saat Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, melakukan kunjungan kerja ke fasilitas PT. Sari Dumai Oleo (SDO) milik Apical Group di Kota Dumai, Riau, Selasa (10/6/2025).

Kunjungan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah provinsi untuk mendorong investasi di sektor industri strategis.

“Sumatera Barat sangat layak memiliki pabrik pemgolahan CPO skala besar,” ujar Mahyeldi usai menghadiri pertemuan dengan pengusaha dan perantau Minang di Pekanbaru, Rabu (11/6/2025).

Dia menambahkan, pemerintah daerah siap memfasilitasi perluasan investasi Apical Group di wilayah Sumbar.

Sebelumnya, General Manager Apical, Gunawan, menyampaikan bahwa Apical Group, melalui anak perusahaannya PT. Padang Raya Cakrawala (PRC), telah memulai pembangunan kilang minyak kelapa sawit di kawasan Pelabuhan Teluk Bayur, Padang.

Proyek ini mencakup fasilitas pengolahan CPO dan pabrik fraksinasi untuk produksi minyak goreng beserta turunannya.

Namun, Gunawan mengakui bahwa ekspansi investasi terhambat oleh keterbatasan lahan.

“Secara prinsip kita siap untuk mengembangkan usaha, asal tersedia lahan yang memadai,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Mahyeldi telah menginstruksikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar untuk segera mencari lokasi alternatif yang sesuai dengan kebutuhan Apical Group.

“Saya minta agar potensi investasi ini segera ditindaklanjuti. Jangan sampai peluang besar ini terhambat hanya karena masalah lahan,” tegasnya.

Kepala DPMPTSP Sumbar, Adib Alfikri, menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi proses investasi Apical Group.

“Kami sudah mengidentifikasi beberapa lokasi yang potensial dan segera akan mengundang pihak Apical untuk peninjauan lapangan,” jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar, Novrial, menambahkan bahwa Sumbar memiliki potensi besar di sektor industri pengolahan sawit.

Untuk mempermudah mobilisasi hasil industri, pemerintah provinsi juga memberikan perhatian besar pada pembenahan sejumlah pelabuhan.

“Saat ini terdapat 39 industri pengolah CPO yang sudah beroperasi di Sumbar. Kolaborasi dengan Apical akan memperkuat rantai nilai industri sawit dan membuka akses pasar yang lebih luas,” kata Novrial.

Dia juga menyinggung pembenahan pelabuhan seperti Teluk Bayur, Panasahan, dan Teluk Tapang sebagai langkah strategis untuk mobilisasi ekspor produk kelapa sawit.

Diketahui, kapasitas produksi pengolahan kelapa sawit Apical Group mencapai 12.830 ton per hari dan beroperasi 24 jam nonstop, menunjukkan skala industri yang besar.