EkonomiRanah

Indonesia Segera Tandatangani Perjanjian Dagang Bebas dengan Eurasia

240
×

Indonesia Segera Tandatangani Perjanjian Dagang Bebas dengan Eurasia

Sebarkan artikel ini
ri-siap-tandatangani-fta-dengan-uni-ekonomi-eurasia
RI Siap Tandatangani FTA dengan Uni Ekonomi Eurasia

Jakarta – Kabar baik bagi perekonomian Indonesia! Pemerintah Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) sepakat untuk segera menandatangani perjanjian perdagangan bebas.

Perjanjian yang dinamakan Indonesia-Eurasia Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) ini bertujuan memperluas akses pasar dan memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan kawasan Eurasia.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan komitmen penuh pemerintah untuk menyelesaikan I-EAEU FTA. Menurutnya, kesepakatan ini sangat strategis.

Saat ini, Indonesia dan EAEU tengah berkoordinasi untuk menentukan waktu penandatanganan. Kementerian Perdagangan terus menjalin komunikasi intensif dengan Sekretariat EAEU.

Targetnya, penandatanganan dapat dilakukan paling cepat pada 20-21 Desember 2025 di EAEU Summit, St. Petersburg, Rusia.

Budi menjelaskan bahwa seluruh negara anggota Uni Ekonomi Eurasia tengah menyelesaikan prosedur internal masing-masing.

Penandatanganan diharapkan dapat dilakukan di tingkat Menteri Perdagangan di hadapan para kepala negara yang hadir dalam EAEU Summit.

Mendag mengapresiasi peran aktif semua pihak dalam finalisasi Indonesia-EAUE FTA dengan negara anggota EAEU, yaitu Kazakhstan, Rusia, Armenia, Belarusia, dan Kyrgystan.

“Kami mencatat dan mengapresiasi beberapa Pimpinan EAEU, antara lain Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev telah mengonfirmasikan kehadirannya pada EAEU Summit tersebut,” kata Budi.

Pada tahun 2024, total perdagangan Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia mencapai 4,1 miliar dolar AS.

Ekspor Indonesia ke Uni Ekonomi Eurasia tercatat sebesar 1,5 miliar dolar AS, meningkat 36 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, impor Indonesia dari Uni Ekonomi Eurasia tercatat sebesar 2,4 miliar dolar AS, mengalami penurunan sebesar 4 persen dari tahun sebelumnya.