EkonomiRanah

Investor Asing Kembali Aktif, Rupiah Terima Dana Segar

152
×

Investor Asing Kembali Aktif, Rupiah Terima Dana Segar

Sebarkan artikel ini
bi:-modal-asing-masuk-rp-1-triliun-dalam-sepekan
BI: Modal Asing Masuk Rp 1 Triliun dalam Sepekan

Jakarta – Kabar baik menghampiri pasar keuangan Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing (capital inflow) sebesar Rp 1 triliun masuk ke Tanah Air pada minggu kelima Oktober 2025.

Data tersebut dihimpun dari transaksi yang terjadi pada 27-30 Oktober 2025.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa nonresiden mencatatkan beli neto (net buy) sebesar Rp 4,4 triliun di pasar saham.

Namun, terjadi jual neto (net sell) sebesar Rp 3,23 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp 0,17 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Secara kumulatif sejak awal tahun hingga 30 Oktober 2025, pasar saham mencatat jual neto modal asing sebesar Rp 46,17 triliun.

Sementara itu, pasar SBN mencatat beli neto nonresiden sebesar Rp 3,89 triliun, dan pasar SRBI mencatat jual neto nonresiden sebesar Rp 135,86 triliun.

BI juga mencatat penurunan premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia lima tahun per 30 Oktober 2025 menjadi 73,07 bps, dibandingkan dengan 78,95 bps pada 24 Oktober 2025.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan ini ditutup pada level 8.163,875, terkoreksi 1,3 persen dari level 8.271,722 pada pekan sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan bahwa kapitalisasi pasar BEI mengalami penurunan 2,48 persen menjadi Rp 14.857 triliun dari Rp 15.234 triliun pada pekan sebelumnya.

“Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa pekan ini sebesar 3,72 persen, menjadi 31,61 miliar lembar saham dari 30,47 miliar lembar saham pada pekan lalu,” ujar Kautsar.

Rata-rata nilai transaksi harian di bursa juga meningkat sebesar 1,55 persen menjadi Rp 22,63 triliun dari Rp 22,28 triliun pada pekan lalu.

Namun, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan 1,79 persen dari 2,37 juta kali transaksi pada pekan lalu menjadi 2,32 juta kali transaksi.