Jakarta – Industri aset kripto di Indonesia terus menunjukkan geliat positif, mendorong platform seperti Pintu untuk meningkatkan edukasi dan literasi. Hal ini seiring dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat peningkatan jumlah investor kripto sebesar 4,38 persen menjadi 14,78 juta orang pada Mei 2025, serta lonjakan nilai transaksi aset kripto hingga Rp49,57 triliun pada bulan yang sama.
Chief Marketing Officer Pintu, Timothius Martin, pada Jumat (11/7/2025) mengatakan, pihaknya akan terus berperan aktif dalam memberikan edukasi dan literasi aset kripto melalui berbagai saluran. “Demi mendukung kemajuan industri kripto, kami akan terus mengambil peran dalam hal edukasi dan literasi aset kripto melalui berbagai saluran, digital atau offline,” ujarnya.
Peningkatan minat masyarakat terhadap aset kripto, menurut Timothius, perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai risiko dan investasi yang bijak. Oleh karena itu, Pintu baru-baru ini menggelar program edukasi “Pintu Goes to Office” yang berkolaborasi dengan PT Dwi Cermat Indonesia (Cermati Fintech Group). Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai investasi aset kripto dan teknologi blockchain.
Direktur Cermati Invest, Darwin Soesanto, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengatakan bahwa kolaborasi ini memberikan wawasan dan pengetahuan yang berharga mengenai investasi aset kripto yang semakin populer. “Kami harap kolaborasi baik ini dapat terus berlanjut ke depan,” katanya pada Jumat (11/7/2025). Edukasi dan literasi menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan industri kripto yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.






