Sawahlunto – Program infak pagi yang digagas Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto berhasil membangun empat rumah warga kurang mampu.
Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen Kemenag dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Kemenag Sawahlunto, Dedi Wandra menjelaskan, program cinta bedah rumah ini didanai dari infak yang dikumpulkan setiap pagi oleh jajaran Kemenag. Ia menekankan keutamaan sedekah di pagi hari dalam agama Islam.
“Sedekah itu akan dilipatgandakan oleh Allah SWT terlebih infak dipagi hari. Begitu juga sebaliknya orang yang punya kemampuan untuk infak namun tidak dilakukan maka harta tersebut akan musnah,” jelasnya.
Dedi Wandra menambahkan, program sedekah sebelum jajan ini telah menyasar warga di Kecamatan Talawi, Lembah Segar, Barangin, dan Silungkang. “Program itu terus berkelanjutan,” ujarnya.
Selain fokus pada kesejahteraan, Kemenag Sawahlunto juga menyoroti pentingnya pendidikan berbasis cinta kasih di lingkungan MTsN dan MAN.
Menurutnya, guru memiliki peran sentral dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada siswa.
Dedi meyakini guru yang mengajar dengan cinta dan rasa syukur akan mampu memotivasi siswa untuk belajar lebih giat.
“Ketulusan, keikhlasan, dan kecintaan guru terhadap peserta didik akan menghasilkan lulusan yang berkualitas serta memiliki etika dan moral yang baik dalam kehidupan mereka kelak,” pungkasnya.
Ia menambahkan, dengan pendekatan ini, materi pelajaran akan lebih mudah diserap oleh siswa.






