Ranah

Kemendag Petakan Dampak Banjir pada Pasar Sumatera

208
×

Kemendag Petakan Dampak Banjir pada Pasar Sumatera

Sebarkan artikel ini
kemendag-data-pasar-terdampak-banjir-sumatera
Kemendag Data Pasar Terdampak Banjir Sumatera

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) bergerak cepat mendata fasilitas umum, khususnya pasar, yang hancur akibat banjir bandang di Sumatera. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan dampak bencana.

“Kita sedang melakukan pendataan itu,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, di Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Iqbal menambahkan, koordinasi intensif telah dilakukan dengan Kepala Dinas Perdagangan di tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Fokus utama Kemendag tidak hanya pada pendataan kerusakan pasar, tetapi juga memastikan ketersediaan kebutuhan pokok bagi warga yang terdampak banjir.

“Bagaimana caranya masyarakat yang terdampak bencana itu tidak terlalu pusing memikirkan makanan, kemudian baju,” jelas Iqbal.

Banjir bandang yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 25 November 2025 lalu telah menimbulkan dampak yang sangat besar.

Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Senin (1/12/2025) malam, korban meninggal dunia mencapai 604 jiwa.

Rinciannya, 151 korban meninggal di Aceh, 165 di Sumatera Barat, dan 283 di Sumatera Utara. Selain itu, 464 orang hilang, 2.600 luka-luka, dan 1,5 juta jiwa terdampak.

Sebanyak 570.700 warga terpaksa mengungsi akibat bencana ini. BNPB juga mencatat 50 kabupaten terdampak, dengan 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rusak sedang, dan 20.500 rusak ringan.

Selain itu, 282 fasilitas pendidikan dan 271 jembatan juga mengalami kerusakan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan, penanganan banjir dan tanah longsor di Sumatera telah menghabiskan dana sekitar Rp 25 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk biaya evakuasi korban dan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak hingga hari ketujuh, Selasa (2/12/2025).

“Ada lebih 509 tenaga tanggap darurat bencana yang membantu evakuasi maupun di dapur. Nilainya itu sudah hampir mencapai Rp 25 miliar secara keseluruhan,” kata Saifullah di Jakarta, Selasa (2/12/2025).