Ranah

Kemnaker Gandeng Pertamina Akselerasi Kualitas SDM Melalui Pelatihan Vokasi Industri

54
×

Kemnaker Gandeng Pertamina Akselerasi Kualitas SDM Melalui Pelatihan Vokasi Industri

Sebarkan artikel ini
kemnaker-dan-pertamina-tingkatkan-kompetensi-sdm-via-sinergi-pelatihan-vokasi
Kemnaker dan Pertamina Tingkatkan Kompetensi SDM via Sinergi Pelatihan Vokasi

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menggandeng PT Pertamina (Persero) untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional melalui penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan industri yang kian dinamis. Sinergi ini dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait program ketenagakerjaan serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) pelatihan vokasi di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mendorong Pertamina menjadi tolok ukur bagi korporasi lain dalam mengelola hubungan industrial sekaligus pengembangan keterampilan masa depan (future skills). Baginya, keterlibatan aktif sektor swasta menjadi kunci agar pelatihan yang diberikan tidak sekadar bersifat teoretis, melainkan benar-benar relevan dengan standar kebutuhan industri.

“Kami ingin banyak cerita keberhasilan lahir dari Pertamina, termasuk dalam penguatan hubungan industrial dan pengembangan kompetensi SDM,” ujar Yassierli.

Di sisi lain, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, menekankan bahwa kesiapan SDM merupakan fondasi utama operasional perusahaan. Selain penguasaan teknis, pihaknya berkomitmen menanamkan disiplin tinggi serta budaya keselamatan kerja yang mumpuni bagi seluruh pekerja.

“Di Pertamina Group, keberhasilan operasi dimulai dari SDM yang mengawakinya. Mereka memastikan seluruh proses berjalan aman, produktif, dan berkinerja tinggi,” tutur Oki.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, turut menaruh harapan besar agar kolaborasi ini menjadi batu loncatan dalam membangun pusat pengembangan kompetensi keselamatan kerja berskala nasional hingga regional. Ia optimistis kemitraan ini akan terus meluas ke sektor strategis lainnya, seperti pengembangan talenta digital dan transisi energi.

Iriawan menambahkan, sinergi ini merupakan tonggak penting dalam menyiapkan SDM unggul yang diproyeksikan memberikan dampak berkelanjutan bagi pembangunan nasional dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.