EkonomiPemerintahRanah

Ketahanan Pangan, Rahmat Saleh Dorong Lahan Tidur Harus Dimanfaatkan di Sumbar

252
×

Ketahanan Pangan, Rahmat Saleh Dorong Lahan Tidur Harus Dimanfaatkan di Sumbar

Sebarkan artikel ini

Penegasan ini disampaikan saat meresmikan Program Penanaman Jagung untuk Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (24/7/2025).

Program Penanaman Jagung Untuk Ketahanan Pangan Nasional di Sumatera Barat di Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (24/7/2025).
Program Penanaman Jagung Untuk Ketahanan Pangan Nasional di Sumatera Barat di Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (24/7/2025).

Pariaman – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di masa depan.

Penegasan ini disampaikan saat meresmikan Program Penanaman Jagung untuk Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (24/7/2025).

Program ini menjadi langkah konsolidasi besar yang melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Polda Sumbar, PT Paten Mekar Tani, serta Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk meningkatkan produksi jagung.

“Hari ini kita menyaksikan peluncuran gerakan konsolidasi yang sangat penting. Ada sinergi antara Kapolda, PT Paten Mekar Tani, dan pemerintah daerah Sumatera Barat untuk mendukung ketahanan pangan, khususnya produksi jagung,” kata Rahmat.

Rahmat menambahkan, kolaborasi ini menunjukkan kesadaran bersama untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur.

“Ada banyak lahan tidur milik masyarakat maupun pemerintah. Melalui program ini, kita berupaya menghidupkan kembali potensi tersebut menjadi sumber pangan yang produktif,” jelasnya.

Apresiasi khusus diberikan kepada PT Paten Mekar Tani atas dukungan logistik, modal, pupuk, infrastruktur, dan bibit unggul.

Menurut Rahmat, Sumatera Barat memiliki potensi lahan jagung sekitar 200 ribu hektare.

“Jika ini kita garap serius dan berkelanjutan, Sumbar bisa menjadi pionir dalam ketahanan pangan jagung di Indonesia,” tegasnya.

Rahmat juga menekankan perlunya aksi nyata, monitoring, dan perbaikan berkelanjutan agar program ini tidak hanya menjadi seremonial.

CEO PT Mekar Investma Teknologi, Pandu Aditya Kristy, menambahkan, butuh dukungan semua pihak untuk mensukseskan program tersebut.

“Ini butuh gotong royong. Pemerintah daerah, aparat negara, dunia usaha, investor, dan tentu saja petani harus duduk bersama. Kami bersyukur bisa menjadi bagian dari kolaborasi ini,” katanya.