Ranah

Musda VII Perti-Perwati Sumbar Mantapkan Ideologi Organisasi

168
×

Musda VII Perti-Perwati Sumbar Mantapkan Ideologi Organisasi

Sebarkan artikel ini
pd-perti-dan-perwati-sumbar-konsolidasikan-ideologi-lewat-musda-ke-vii
PD Perti dan Perwati Sumbar Konsolidasikan Ideologi Lewat Musda ke-VII

Padang – Sorotan terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap organisasi keagamaan menjadi salah satu isu utama yang mengemuka dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) dan Persatuan Wanita Tarbiyah Islamiyah (Perwati) Sumatera Barat. Acara yang digelar di Auditorium Gubernuran Sumbar, Kamis (24/7/2025), juga mengagendakan pemilihan ketua baru.

Ketua Umum Pengurus Pusat Perti, Syarfi Hutauruk, dalam sambutannya menyampaikan, Musda ini penting sebagai momentum konsolidasi organisasi. Ia juga menyoroti transformasi Perti yang kini merangkul berbagai kalangan. “Perti itu tidak lagi dicap urang surau saja, melainkan diisi akademisi, pemikir, intelektual. Banyak yang bergelar profesor dan doktor dalam ruangan ini. Termasuk para pemain,” ujarnya.

Namun, Syarfi juga menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap organisasi keagamaan. Ia menyoroti tidak adanya tokoh ulama dari Sumatera Barat yang diakui sebagai pahlawan nasional. “Sayang, saat ini, pahlawan nasional tidak ada yang berlatar belakang ulama. Apa penyebabnya, karena pemerintah tidak memikirkan ulama lagi,” kata Syarfi.

Lebih lanjut, Syarfi menjelaskan, kebijakan politik telah menyebabkan penurunan bantuan pemerintah terhadap Madrasah Tarbiyah Islamiyah. Akibatnya, banyak madrasah beralih menjadi pondok pesantren modern. “Dulu 700-800 Madrasah Tarbiyah Islamiyah tersebar di Sumbar. Sekarang banyak yang berubah menjadi pondok pesantren modern. Tidak ada lagi Tarbiyah-nya demi mendapat bantuan dari pemerintah,” tegasnya. Ia berharap Musda ini dapat menghasilkan pemimpin yang mampu menggabungkan nilai-nilai tradisional dan inovasi. “Musda ini bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi ideologis dan strategis untuk merumuskan arah gerak organisasi ke depan,” ungkapnya.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, berharap Musda menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan dan menghasilkan program yang bermanfaat bagi umat dan daerah. “Semoga nantinya terpilih pengurus yang menjadikan organisasi yang lebih baik lagi, yang akan mengayomi anggota Perti sampai ke nagar-nagari dan mengembangkan sekolah-sekolah yang ada di bawah Perti, madrasah-madrasah,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua PD Perti Sumbar, Sufyarma Marsidin, menyatakan tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai ketua. Ia menjelaskan, Musda ini juga bertujuan untuk mengevaluasi program kerja dan menyusun rencana untuk lima tahun ke depan. “Saya tidak ingin lagi mencalonkan diri sebagai Ketua PD Perti periode 2025-2030 melalui sistem formatur. Selain itu, agenda ini untuk melakukan evaluasi program dan penetapan program kerja 2025-2030,” ucap Sufyarma.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang juga hadir, mengapresiasi peran Perti dan Perwati dalam membangun karakter umat. “Momentum Musda ini sangat strategis untuk memperkuat peran PD Perti dan Perwati Sumbar menuju satu abad keberadaan organisasi. Semoga ke depan semakin eksis dalam menjaga nilai-nilai adat dan syara’ sebagai pilar utama kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutup Fadly.

Ketua Panitia Musda, Muhammad Arif, menambahkan, agenda utama Musda ke-VII adalah pemilihan ketua PD Perti dan Perwati periode 2025-2030 melalui sistem formatur. “Selain itu juga diisi penyampaian laporan pertanggungjawaban Kepengurusan PD Perti dan Perwati Sumbar periode 2020-2025, serta evaluasi program dan penetapan program kerja 2025-2030,” terang Arif.

Musda tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum PP Perwati, Asdirwati Ali, Ketua PD Perwati Sumbar, Jumayyah, serta pengurus cabang Perti dan Perwati dari berbagai daerah di Sumatera Barat.