Parikmalintang – Masyarakat Nagari Kuranji Hulu, Padang Pariaman, menggelar Festival Manyerak Anak Daro. Festival ini bertujuan melestarikan adat, seni, dan budaya Minangkabau.
Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri sejumlah pejabat daerah.
Bupati Padang Pariaman mengapresiasi festival ini sebagai langkah penting dalam menjaga warisan budaya Minangkabau.
Kepala BPKD Padang Pariaman, M. Fadhly, mewakili Bupati John Keneyd Azis yang sedang mengikuti pendidikan di Lemhanas.
Ketua TP-PKK Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, menekankan pentingnya festival ini sebagai sarana menanamkan nilai budaya.
Festival ini juga diharapkan dapat memperkuat identitas adat Minangkabau.
“Kegiatan Manyerak Anak Daro menggambarkan proses kedewasaan, sopan santun, serta peran penting perempuan dalam adat dan kehidupan sosial masyarakat Minangkabau,” ujar Nita.
Walinagari Kuranji Hulu, Salaman Hardani, menjelaskan bahwa tradisi manyerak anak daro sudah mulai ditinggalkan.
Festival ini bertujuan menghidupkan kembali warisan luhur nenek moyang.
Festival ini diikuti delapan korong di Nagari Kuranji Hulu.
Selain lomba utama, acara dimeriahkan dengan seni tradisi dan tarian milenial.
Pihak nagari berencana menjadikan Festival Manyerak Anak Daro sebagai agenda tahunan tetap setiap tanggal 11 November.






