Jakarta – Literasi digital kini bertransformasi menjadi prasyarat mutlak bagi setiap kreator konten di tengah derasnya arus informasi media sosial.
Kemampuan sekadar menciptakan video viral pun dinilai tak lagi memadai untuk menjaga relevansi serta tanggung jawab di ruang digital.
Lemahnya verifikasi informasi sering kali menjadi celah yang memicu kesalahpahaman masif di tengah masyarakat.
Guna merespons tantangan tersebut, Lembaga Pendidikan Antara menginisiasi Bootcamp Content Creator di Jakarta dengan menggandeng lintas pemangku kepentingan.
Inisiatif ini terwujud berkat kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BNI, Perum Bulog, serta PT Asuransi Jasa Indonesia.
Direktur Utama LKBN Antara, Benny Siga Butar Butar, menegaskan industri digital saat ini menuntut kehadiran kreator dengan kepekaan sosial mendalam.
“Bootcamp ini menjadi upaya membangun generasi muda yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral atas dampak konten yang mereka hasilkan,” ujar Benny.
Sebanyak peserta yang berusia 17 hingga 20 tahun menerima pendampingan intensif selama dua hari penuh.
Materi pelatihan disusun komprehensif, mencakup teknik penyusunan konsep kreatif, produksi visual, hingga strategi pengembangan personal branding.
Sesi literasi media ditempatkan sebagai pilar utama agar para kreator muda mampu membedakan data kredibel dengan informasi yang belum terverifikasi.
Kepala Bidang Informasi Publik Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta, Syali Gestanon, menyoroti meningkatnya produksi konten yang minim basis data faktual.
“Kami berharap ajang ini mencetak kreator yang mampu menyajikan informasi berkualitas serta bermanfaat agar masyarakat terhindar dari paparan konten yang menyesatkan,” pungkas Syali.






