EkonomiRanah

Mekaar PNM Pacu Kemandirian Finansial Keluarga Prasejahtera

217
×

Mekaar PNM Pacu Kemandirian Finansial Keluarga Prasejahtera

Sebarkan artikel ini
program-mekaar-pnm-dorong-tingkatkan-kemandirian-finansial-perempuan-prasejahtera
Program Mekaar PNM Dorong Tingkatkan Kemandirian Finansial Perempuan Prasejahtera

Jakarta – Kabar baik datang dari angka kemiskinan di Indonesia. Data terbaru menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Maret 2025, tingkat kemiskinan berada di angka 8,47 persen.

Jumlah ini setara dengan 23,85 juta jiwa penduduk Indonesia.

Dibandingkan Maret 2024, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 1,37 juta jiwa.

Meski demikian, tantangan di tingkat akar rumput masih menjadi perhatian utama.

Banyak keluarga prasejahtera, terutama kaum ibu, masih bergulat dengan keterbatasan akses modal, literasi keuangan, dan jaringan ekonomi.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hadir memberikan solusi melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera).

Program ini telah menjangkau 22,7 juta perempuan prasejahtera di 6.165 kecamatan di seluruh Indonesia.

PNM tidak hanya menyalurkan pembiayaan ultra mikro, tetapi juga memberikan pendampingan berkelanjutan.

Pendampingan tersebut meliputi penguatan literasi usaha, literasi keuangan, hingga literasi digital.

Tujuannya jelas, agar nasabah mampu mengelola dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Pendekatan pemberdayaan ini terbukti memberikan dampak positif.

Riset BRI Research Institute (2024) menunjukkan, sekitar 90 persen nasabah PNM merasakan peningkatan kemandirian finansial setelah mengikuti program pemberdayaan.

Sementara itu, riset INDEF (2022) mencatat, 74 persen nasabah PNM mengalami peningkatan pendapatan setelah menjadi nasabah.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan komitmen perusahaan dalam pemberdayaan perempuan.

“Kami melihat ibu-ibu prasejahtera memiliki semangat besar untuk tumbuh dan mengembangkan usahanya, namun kerap terkendala keterbatasan akses dan pendampingan,” ujarnya.

Melalui program pengembangan kapasitas usaha, PNM hadir mendampingi agar nasabah dapat naik kelas, usahanya berkembang, dan ekonomi keluarga tumbuh berkelanjutan.

PNM terus berupaya memperluas akses layanan pembiayaan dan pendampingan usaha bagi masyarakat prasejahtera.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung penguatan ekonomi di tingkat keluarga dan komunitas.