Jakarta – Film terbaru besutan Nia Dinata, Berbagi Suami 2.0, kini tengah menjadi sorotan sebagai medium refleksi kritis untuk mengurai kompleksitas poligami dan dampaknya bagi psikologi keluarga.
Karya ini secara mendalam membedah luka emosional serta kerentanan posisi perempuan dan anak yang sering terabaikan dalam struktur pernikahan poligami.
Proses pengambilan gambar telah diselesaikan di tiga kota besar, yakni Yogyakarta, Solo, dan Jakarta.
Pemilihan lokasi tersebut bertujuan memotret dinamika relasi keluarga dalam bingkai sosial-budaya di era digital yang dinamis.
Nia Dinata menegaskan bahwa sinema menjadi ruang artistik paling efektif untuk menyuarakan keresahan atas ketidakadilan relasi kuasa di dalam rumah tangga.
Alih-alih melontarkan penghakiman moral, film ini justru mengajak penonton untuk merenung lebih dalam mengenai isu yang kerap dianggap lumrah tersebut.
Konflik utama dibangun melalui tiga karakter perempuan yang menjadi poros cerita dalam benang merah perselingkuhan hingga berujung pada praktik poligami.
Proyek ini menandai reuni kreatif antara Nia Dinata bersama produser Melissa Karim di bawah bendera rumah produksi Kalyana Shira Films.
Bagi Melissa, kolaborasi ini merupakan upaya menyatukan visi dalam menghadirkan karya sinematik yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kualitas teknis film ini turut dijamin oleh kolaborasi talenta besar seperti penata sinematografi Ipung Rachmat Syaiful serta penata musik Aghi Narottama dan Ramondo Gascaro.
Saat ini, seluruh tim tengah fokus menggarap fase pascaproduksi yang mencakup penyuntingan gambar, aransemen musik, hingga sound mixing.
Tahapan teknis tersebut berlangsung intensif mulai akhir Juli hingga November 2026 demi memastikan setiap narasi tersampaikan dengan kualitas terbaik.
Publik dijadwalkan dapat menyaksikan karya reflektif ini di bioskop pada kuartal pertama tahun 2027 mendatang.






