BudayaRanah

Payakumbuh Gali Wisata Lewat Sepeda Ontel dan Retro

286
×

Payakumbuh Gali Wisata Lewat Sepeda Ontel dan Retro

Sebarkan artikel ini
wisata-bernuansa-retro,-payakumbuh-jadi-magnet-baru-di-sumbar
Wisata Bernuansa Retro, Payakumbuh Jadi Magnet Baru di Sumbar

Payakumbuh – Ratusan pesepeda onthel dengan kostum tempo dulu meramaikan akhir pekan di Kota Payakumbuh. Suara bel sepeda tua menggema, membangkitkan nostalgia di jalanan.

Parade Onthel Payakumbuh 2025 sukses digelar selama dua hari. Acara ini membawa kota itu seolah kembali ke masa lalu.

Walikota Payakumbuh, Zulmaeta, mengungkapkan bahwa parade ini bukan sekadar olahraga atau nostalgia.

“Ini cara kita memperkenalkan Payakumbuh sebagai kota kaya budaya, ramah wisata, dan kulinernya lezat,” ujarnya, Minggu (9/11/2025).

Sekitar 500 peserta dari berbagai daerah turut serta. Mereka datang dari Padang, Bukittinggi, Lampung, Jambi, Palembang, hingga Sidoarjo.

Para peserta membawa sepeda berusia puluhan tahun yang diwariskan turun-temurun.

Mereka juga mengenakan pakaian jadul seperti jas safari, kebaya, dan seragam pejuang. Hal ini mengubah Payakumbuh menjadi panggung wisata bernuansa sejarah.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh, Yunida Fatwa, menjelaskan konsep acara ini adalah menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda.

Rute parade dirancang sebagai paket wisata budaya. Peserta melewati Kampung Adat Balai Kalikih, Masjid Gadang Balai Nan Duo, Tugu Onthel raksasa, dan Taman Batang Agam.

Selain parade, peserta juga disuguhi seni tradisional dan kuliner lokal di kawasan Pasa Lamo. Tarian Minang, musik saluang, dan rabab tampil dengan nuansa klasik.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, yang juga Ketua Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Sumatera Barat, menyatakan bahwa Parade Onthel bukan hanya milik komunitas sepeda tua, tetapi milik semua warga Payakumbuh.

Pemerintah Kota Payakumbuh melihat Parade Onthel sebagai model pengembangan wisata budaya berkelanjutan. Kehadiran peserta dari luar daerah meningkatkan hunian penginapan, penjualan kuliner, dan omzet pedagang.

Zulmaeta menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus didorong sebagai strategi membangun citra Payakumbuh sebagai kota kreatif dan ramah wisatawan.

Elzadaswarman menambahkan bahwa acara seperti ini sangat potensial dikembangkan karena mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah tanpa promosi besar-besaran.

Parade Onthel Payakumbuh 2025 berakhir di Pasa Lamo GOR M. Yamin Kubu Gadang. Acara ini menjadi bukti bagaimana sebuah kota kecil bisa membangun identitas pariwisata yang kuat melalui kreativitas dan pelestarian budaya.