Payakumbuh – Penantian panjang warga Payakumbuh dan Lintau akhirnya terjawab dengan dimulainya perbaikan jalan penghubung kedua wilayah tersebut.
Proyek yang dikerjakan oleh Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) ini menelan anggaran lebih dari Rp12,3 miliar dan ditargetkan rampung pada awal September 2025.
Wali Nagari Labuah Gunuang, Khairul Hadi Dt. Paduko Marajo Lelo, pada Selasa (8/7/2025) mengungkapkan rasa syukurnya atas realisasi perbaikan jalan tersebut.
“Alhamdulillah, apa yang kami tunggu-tunggu dijawab Pemprov Sumbar dengan aksi nyata,” ujarnya saat ditemui di lokasi perbaikan.
Khairul menambahkan, perbaikan jalan sepanjang 1,3 kilometer ini tidak hanya berdampak pada kelancaran transportasi, tetapi juga meningkatkan rasa aman dan nyaman masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
Saat ini, beberapa segmen jalan yang diperbaiki sudah bisa dilalui dengan sistem buka-tutup. Proses pengerjaan masih terus berlangsung dan baru mencapai 50 persen.
“Meskipun belum rampung sepenuhnya, tapi sudah bisa dilalui kendaraan,” imbuhnya.
Ruas jalan yang menghubungkan Kota Payakumbuh dengan kawasan Lintau di Kabupaten Tanah Datar ini merupakan jalur vital bagi pergerakan ekonomi dan pendidikan masyarakat. Kondisi jalan yang rusak sejak 2016 telah mengganggu aktivitas masyarakat di daerah tersebut.
Kasi Pemerintahan Kecamatan Lareh Sago Halaban, Eva Maria Dirbas, turut mengapresiasi perbaikan jalan ini.
Menurutnya, perbaikan ini membawa dampak signifikan terhadap kelancaran mobilisasi harian warga, terutama para orang tua yang mengantar anak-anak ke sekolah.
“Warga di sini sangat bersyukur dengan perbaikan ini. Sebab ini, bukan hanya tentang kenyamanan, tapi juga soal masa depan anak-anak kami juga,” kata Eva.
Tokoh masyarakat setempat, Rilson Dt. Mangguang, menyebut perbaikan jalan ini sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk masyarakat. Ia berharap pembangunan tidak berhenti di titik 1,3 kilometer saja.
“Mudah-mudahan ini jadi awal dari pembangunan lanjutan sampai ke perbatasan Tanah Datar, karena masih ada beberapa titik lagi yang rusak parah,” harapnya.
Budi Margana, warga yang pernah ikut aksi protes atas lambannya perbaikan jalan, mengaku puas dengan dimulainya proyek ini.
Dia mengatakan perbaikan ini telah menghapus rasa kecewa warga yang selama ini merasa terabaikan.
“Lubang-lubang sudah tertutup, debu tidak lagi berterbangan, jalan pun mulai lancar. Kami akhirnya bisa bernapas lega,” ucapnya.
Proyek Rehabilitasi Jalan Provinsi ini menggunakan sistem pengerasan beton (rigid pavement) dan ditargetkan selesai dalam waktu 180 hari kerja.
Pemprov Sumbar terus berupaya meningkatkan infrastruktur jalan di daerahnya.






