Ranah

Pemko Padang Gandeng Unand Matangkan Strategi Mitigasi Gempa dan Tsunami

58
×

Pemko Padang Gandeng Unand Matangkan Strategi Mitigasi Gempa dan Tsunami

Sebarkan artikel ini
pemko-padang-perkuat-mitigasi-bencana-via-riset-unand
Pemko Padang Perkuat Mitigasi Bencana via Riset Unand

Padang – Pemerintah Kota Padang memperkuat ketahanan wilayah pesisir dalam menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami melalui pendekatan mitigasi berbasis komunitas. Strategi ini dirancang melalui kolaborasi riset antara Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) dengan dukungan PT Pegadaian.

Hasil kajian bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang” tersebut menawarkan solusi teknis yang aplikatif. Inovasi utama yang diusung mencakup pemanfaatan masjid sebagai shelter evakuasi serta penerapan sistem peringatan dini (Early Warning System) yang dapat dioperasikan secara mandiri oleh warga setempat.

Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Unand, Prof. Yenny Narny, menekankan pentingnya implementasi hasil riset tersebut di lapangan. Ia berharap temuan ini tidak sekadar menjadi dokumen akademis, melainkan menjadi panduan praktis bagi masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Rencananya, naskah kajian tersebut akan diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Kota Padang pada 29 Juni mendatang.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut baik sinergi antara dunia akademik dan sektor swasta ini. Menurutnya, model mitigasi yang ditawarkan akan menjadi referensi krusial dalam penyusunan kebijakan pengurangan risiko bencana di masa depan.

“Langkah ini penting untuk meningkatkan kapasitas dan keselamatan masyarakat yang berada di kawasan pesisir,” ujar Fadly saat menerima audiensi tim riset di Balai Kota, Rabu (17/6/2026).

Pemerintah Kota Padang berkomitmen mengintegrasikan model mitigasi tersebut ke dalam program pembangunan daerah. Upaya ini akan melengkapi langkah-langkah yang telah berjalan, seperti edukasi kebencanaan melalui jambore, simulasi skala besar, serta pemasangan sistem peringatan dini di berbagai titik rawan.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota didampingi oleh sejumlah pejabat teknis, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Pelaksana BPBD Hendri Zulviton, Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza, serta Kepala Dinas Kominfo Tommy TRD. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu meminimalisir dampak risiko bencana bagi warga Kota Padang.