PemerintahRanah

Pemko Padang Perkuat Peran Perempuan dalam Pengawasan Sosial Digital

155
×

Pemko Padang Perkuat Peran Perempuan dalam Pengawasan Sosial Digital

Sebarkan artikel ini
Pelatihan interaktif dan self-care clinic bertajuk "Awaken the Power Within" yang digelar di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Senin (18/5/2026).
Pelatihan interaktif dan self-care clinic bertajuk "Awaken the Power Within" yang digelar di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Senin (18/5/2026).

Padang – Pemerintah Kota Padang memperkuat peran perempuan sebagai garda terdepan dalam pengawasan sosial dan perlindungan anak melalui pelatihan bertajuk “Awaken the Power Within”.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Senin (18/5/2026) ini, menyasar perwakilan dari 48 organisasi wanita untuk meningkatkan kecakapan digital sekaligus kepekaan terhadap isu kerentanan sosial di lingkungan masyarakat.

Penasihat GOW Kota Padang, Ny. Dian Puspita Fadly Amran, menekankan pentingnya integrasi antara kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kearifan lokal.

Ia mengingatkan bahwa perempuan modern harus mampu beradaptasi dengan ekonomi digital tanpa meninggalkan fondasi moral yang berakar pada filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Perempuan Kota Padang dituntut untuk cerdas digital, produktif, dan mandiri secara ekonomi di era maksimasi teknologi saat ini. Namun, esensi utama sebagai perempuan Minangkabau yang berpegang pada filosofi ABS-SBK harus tetap menjadi fondasi moral. Struktur keluarga yang kuat merupakan pilar utama pembangunan kota yang pintar dan sehat,” ujar Dian Puspita.

Selain penguasaan teknologi, pemerintah daerah juga mendorong para kader organisasi wanita untuk menjadi deteksi dini terhadap potensi kekerasan dalam rumah tangga.

Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Setda Kota Padang, Feri Mulyani, menginstruksikan para peserta agar berperan aktif sebagai “mata dan telinga” bagi masyarakat di sekitarnya.

“Kita harus merevitalisasi kepedulian sosial guna memastikan tidak ada ruang aman bagi pelaku kekerasan di Kota Padang,” tegas Feri.

Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari sektor swasta, salah satunya Penerbit Erlangga Cabang Padang. Perwakilan perusahaan, Arif Mulyadi, menyatakan komitmennya dalam mendukung literasi sebagai kunci peningkatan kualitas intelektual generasi masa depan.

“Perempuan bertindak sebagai madrasah dan pendidik pertama yang menentukan kualitas intelektual generasi masa depan daerah. Karena itu, kami berkomitmen penuh mendukung ruang literasi ini,” tutur Arif.

Sinergi yang difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kota yang lebih inklusif, aman bagi anak, serta adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.