Ranah

Perumda Air Minum Padang Gandeng HKI dan BPJN Atasi Kekeruhan Air

1
×

Perumda Air Minum Padang Gandeng HKI dan BPJN Atasi Kekeruhan Air

Sebarkan artikel ini
dirut-perumda-air-minum-hendra-pebrizal-gandeng-hki-dan-bpjn-sumbar-bahas-kekeruhan-air-baku-sungai-paraku
Dirut Perumda Air Minum Hendra Pebrizal Gandeng HKI dan BPJN Sumbar Bahas Kekeruhan Air Baku Sungai Paraku

Padang – Perumda Air Minum Kota Padang menjalin aliansi strategis bersama PT Hutama Karya Infrastruktur dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat untuk menekan tingkat kekeruhan air baku di Intake Lubuk Paraku.

Kolaborasi ini diresmikan melalui rangkaian tinjauan lapangan dan diskusi teknis intensif pada Kamis (6/8/2026).

Tim gabungan secara mendalam membedah akar permasalahan tingginya sedimentasi di Sungai Paraku yang menjadi sumber utama pasokan air bersih warga.

Kondisi air yang keruh belakangan ini telah menciptakan beban operasional berat sekaligus memperumit tahapan pengolahan air bersih.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menegaskan bahwa penanganan masalah ini memerlukan pendekatan komprehensif dan tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah.

“Air baku adalah jantung pelayanan kami saat kualitas sumber air terganggu, maka seluruh proses produksi ikut terdampak,” ungkap Hendra.

Sinergi lintas instansi ini berfokus pada pemetaan aspek teknis, kondisi lingkungan, serta penataan infrastruktur pendukung secara menyeluruh.

Manajemen kini tengah menyusun sistem mitigasi tangguh guna meminimalisir potensi gangguan pelayanan bagi pelanggan.

Strategi yang dirancang mencakup rencana jangka pendek hingga jangka panjang untuk menjamin keamanan pasokan air di masa depan.

“Kami tidak ingin hanya bereaksi ketika masalah muncul, tetapi membangun sistem mitigasi yang kuat agar potensi gangguan dipetakan sejak dini,” tegasnya.

Hendra optimistis koordinasi lintas sektor ini akan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan layanan publik di Kota Padang.

Ia menekankan bahwa kerja sama solid menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan perubahan cuaca serta curah hujan tinggi yang kerap memicu sedimentasi.

Seluruh pihak berkomitmen untuk segera merealisasikan hasil kesepakatan teknis tersebut di lapangan.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga kualitas air di Intake Lubuk Paraku agar masyarakat tetap mendapatkan layanan air bersih secara optimal.