Ranah

Perumda Air Minum Kota Padang Optimalkan Pemulihan Distribusi Air Pascabanjir

78
×

Perumda Air Minum Kota Padang Optimalkan Pemulihan Distribusi Air Pascabanjir

Sebarkan artikel ini
distribusi-air-bersih-pasca-banjir-berangsur-pulih,-perumda-air-minum-kota-padang-terus-berupaya-berikan-pelayanan-terbaik
Distribusi Air Bersih Pasca Banjir Berangsur Pulih, Perumda Air Minum Kota Padang Terus Berupaya Berikan Pelayanan Terbaik

Padang – Perumda Air Minum Kota Padang tengah memacu percepatan pemulihan layanan air bersih bagi pelanggan yang terdampak banjir pada Senin (3/8/2026).

Tim teknis di lapangan kini berhasil mengaktifkan kembali distribusi air di kawasan Kuranji menyusul serangkaian intervensi perbaikan.

Progres positif juga terpantau di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Paraku yang secara bertahap mulai mengalirkan air ke jaringan pelanggan.

Meski demikian, wilayah selatan Kota Padang masih menghadapi kendala tekanan air akibat proses stabilisasi jaringan yang belum mencapai titik optimal.

Petugas kini memusatkan perhatian pada perbaikan sistem accelerator di instalasi pusat sebagai kunci pemulihan distribusi secara menyeluruh.

Beberapa titik lokasi masih mengalami keterbatasan waktu penyaluran air dengan aliran yang hanya tersedia secara berkala.

Skala prioritas penanganan kini diarahkan pada kawasan yang sama sekali belum menerima pasokan air bersih.

Sementara itu, IPA Guo mencatatkan kinerja stabil dengan debit air baku yang terjaga sebesar 80 liter per detik.

Level air pada reservoir kini mencapai 70 sentimeter dengan optimalisasi bukaan distribusi yang telah digenjot hingga 100 persen.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menekankan perlunya kehati-hatian dalam proses normalisasi sistem demi menjaga keamanan kualitas produksi.

“Banjir tidak hanya berdampak pada sumber air baku, tetapi juga terhadap instalasi pengolahan dan jaringan distribusi,” ungkap Adhie.

Seluruh jajaran teknis terus dikerahkan di lapangan untuk mempercepat pemulihan layanan bagi masyarakat terdampak.

Perusahaan mengimbau para pelanggan agar bijak dalam menggunakan air selama masa transisi operasional sistem ini.

Pihaknya menjamin pemerataan tekanan air akan berangsur meningkat seiring dengan perbaikan kondisi di setiap instalasi pengolahan.

“Setiap perkembangan kondisi di lapangan terus kami evaluasi agar distribusi dapat kembali normal secepat mungkin,” tegas Adhie.

Seluruh personel teknis tetap bersiaga penuh selama 24 jam untuk memantau jaringan agar layanan air bersih segera kembali optimal.