Kediri – Ancaman gagal panen menghantui petani melon di Jawa Timur akibat serangan virus dan cuaca ekstrem. Kondisi ini menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen di wilayah Nganjuk, Madiun, dan Kediri.
Petumbuhan tanaman melon terhambat pada fase pembentukan dan pembesaran buah. Penyebaran virus tanaman yang cepat di tengah kelembapan tinggi menjadi faktor utama penyebab masalah ini, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi tidak merata dan buah tidak berkembang optimal.
Buah melon yang terinfeksi virus menunjukkan ciri-ciri seperti ukuran lebih kecil, permukaan kasar, dan warna yang kurang menarik. Beberapa bahkan mengalami keretakan atau bentuk abnormal, sehingga tidak memenuhi standar pasar.
Kondisi cuaca ekstrem semakin memperburuk keadaan. Fluktuasi suhu dan curah hujan tinggi membuat tanaman lebih rentan terhadap infeksi virus dan penurunan performa secara keseluruhan.
Arif Nur Azis dan Edi, petani melon dari Desa Purwotengah, Kediri, menyampaikan kekhawatiran mereka. “Kami sangat kesulitan menjaga kualitas melon karena serangan virus. Kami membutuhkan pengendalian penyakit yang efektif dan akses ke benih yang tahan virus,” ujar mereka pada Jumat (27/6/2025).
Mujet, pemilik Saclar Buah Group di Kediri, berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih pada masalah ini dengan meningkatkan edukasi petani dan memperkuat sistem pemantauan kesehatan tanaman. “Sektor pertanian hortikultura, khususnya melon, memerlukan sistem pertahanan yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan iklim dan potensi serangan virus,” jelasnya.
Melon merupakan buah yang digemari dan kaya nutrisi. Buah ini mengandung vitamin C, vitamin A, kalium, antioksidan, dan serat. Kandungan airnya yang tinggi juga menjadikannya pilihan tepat untuk hidrasi, terutama saat cuaca panas.
Melon idealnya tumbuh di daerah beriklim hangat dengan paparan sinar matahari yang cukup. Tanah yang cocok adalah gembur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase baik untuk mencegah kerusakan akar akibat genangan air. Petani sering menggunakan penyangga atau trellis untuk menopang batang dan buah, terutama pada varietas melon berukuran besar, guna menjaga kebersihan buah, mencegah penyakit, dan mengoptimalkan sirkulasi udara.






