EkonomiRanah

Purbaya Bantah: Rupiah Melemah Sebelum Pencalonan Thomas

260
×

Purbaya Bantah: Rupiah Melemah Sebelum Pencalonan Thomas

Sebarkan artikel ini
purbaya:-rupiah-melemah-sebelum-pencalonan-thomas-djiwandono
Purbaya: Rupiah Melemah Sebelum Pencalonan Thomas Djiwandono

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan bahwa pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menjadi penyebab pelemahan nilai tukar rupiah.

Pernyataan ini muncul setelah rupiah sempat menyentuh level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat.

Purbaya menegaskan bahwa pelemahan rupiah sudah terjadi sebelum pencalonan Thomas Djiwandono.

“Kalau Anda lihat kan rupiahnya melemah sebelum Pak Thomas ditunjuk, melemah terus-terusan. Jadi itu bukan isu,” ujar Purbaya, Kamis (22/1/2026).

Menkeu menekankan pentingnya koordinasi antara BI dan pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

“Kami percaya bank sentral punya strategi yang pas untuk mengendalikan nilai tukar,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa pelemahan rupiah hingga mendekati Rp 17.000 per dolar AS dipicu oleh kondisi dalam negeri.

Perry menyebut persepsi pasar terhadap proses pencalonan Deputi Gubernur BI turut memberikan tekanan pada mata uang Indonesia.

“Ini persepsi pasar terhadap kondisi fiskal dan juga proses pencalonan Deputi Gubernur,” ungkap Perry dalam konferensi pers pada Rabu (21/1/2026).

Perry menegaskan bahwa proses pencalonan telah sesuai dengan undang-undang dan tidak mempengaruhi tugas serta kewenangan BI.

Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky sebelumnya memprediksi bahwa pencalonan Thomas Djiwandono dapat memperburuk sentimen pasar.

Riefky khawatir investor menganggap ekonomi Indonesia tidak sehat karena proses pengambilan kebijakan saat ini.

Nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terendah Rp 16.956 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (21/1/2025).

Pada penutupan perdagangan Kamis (22/1/2026), rupiah menguat 0,24 persen ke level Rp 16.956 per dolar AS.