Jakarta – Umat Muslim di Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan siber yang marak terjadi selama bulan Ramadan. Modus kejahatan ini memanfaatkan tingginya aktivitas belanja dan berbagi di bulan suci.
Kaspersky, perusahaan keamanan siber, menemukan kampanye penipuan yang secara khusus mengeksploitasi momen Ramadan.
Penipu kerap meniru perusahaan komersial dan meminta korban memberikan nomor telepon.
Selanjutnya, korban akan dibujuk untuk menyebarkan tautan kampanye tersebut ke kontak WhatsApp atau Facebook Messenger mereka. Tautan ini mengarah pada penipuan lain yang bertujuan meningkatkan lalu lintas dan mengumpulkan nomor telepon.
Country Manager Kaspersky untuk Indonesia, Defi Nofitra, menyampaikan kekhawatirannya atas peningkatan aktivitas penipuan selama periode promo atau perayaan besar seperti Ramadan.
“Tetap waspada sangat penting, tetapi melindungi diri sendiri membutuhkan lebih dari sekadar kesadaran,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Nofitra menambahkan, pelaku kejahatan kini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat upaya phishing lebih canggih dan sulit dikenali.
Sepanjang tahun 2025, Kaspersky mencatat 14.909.665 ancaman siber berbasis web berhasil diblokir di Indonesia. Secara umum, 1 dari 4 pengguna (22,4 persen) menghadapi ancaman online selama periode Januari hingga Desember 2025.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat peningkatan laporan penipuan selama Ramadan. Sebanyak 13.130 laporan penipuan melibatkan 22.593 rekening dalam 10 hari pertama Ramadan 2026.
Untuk melindungi diri dari penipuan terkait Ramadan, Kaspersky merekomendasikan langkah-langkah berikut:
* Verifikasi pengirim dan tautan. Waspadai diskon atau promosi dari pengirim yang tidak dikenal atau mencurigakan. Selalu periksa kembali alamat pengirim dan ketik URL situs web merek secara manual ke browser.
* Hindari mengunduh dan menginstal aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya.






