Ranah

Rumah di Tilatang Kamang Terbakar, Damkar Berjuang Padamkan

144
×

Rumah di Tilatang Kamang Terbakar, Damkar Berjuang Padamkan

Sebarkan artikel ini
satu-unit-rumah-semi-permanen-ludes-terbakar
Satu Unit Rumah Semi Permanen Ludes Terbakar

Kamang – Akses jalan yang terhambat menjadi sorotan dalam peristiwa kebakaran yang melanda sebuah rumah semi permanen di Jorong Patangahan, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam pada Kamis (21/8/2025).

Insiden yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB itu menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya, memicu kepanikan warga sekitar yang berupaya memadamkan api.

Api dengan cepat membesar, melahap rumah yang terbuat dari papan kering. Diketahui rumah tersebut milik almarhumah Nek Tisah dan saat ini ditempati oleh Nana bersama anak-anaknya.

Lokasi kebakaran yang berjarak sekitar 200 meter dari Masjid Ar-Rahman, membuat warga dari berbagai jorong tetangga berdatangan untuk membantu. Namun, upaya pemadaman terkendala oleh musim kemarau panjang dan minimnya sumber air di sekitar lokasi.

Tiga unit Damkar dari Pos Biaro dan Sungai Tanang segera tiba di lokasi setelah dihubungi, disusul oleh ranger dan satu unit Damkar dari Kota Bukittinggi.

Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api dan mencegahnya merembet ke rumah-rumah tetangga.

Menurut pantauan di lokasi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun seluruh harta benda ludes terbakar.

Pihak berwajib masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Selain petugas Damkar, anggota relawan PMI Kota Bukittinggi juga turut hadir di lokasi dengan satu unit mobil PMI.

Camat Tilatang Kamang, Kapolsek beserta Babinkamtibmas, Danramil beserta anggota, Wali Nagari Koto Tangah, Ketua Bamis Koto Tangah, dan sejumlah pejabat lainnya juga terlihat di lokasi kejadian.

Salah seorang petugas Damkar di lokasi mengungkapkan, gapura atau gerbang kantor Wali Jorong menghalangi akses mobil Damkar.

“Gerbang tersebut tidak bisa dilewati mobil Damkar karena rendah,” ujarnya.

Akibatnya, mobil Damkar terpaksa mengambil rute memutar dari arah Bukit Kawin, yang memperlambat waktu tempuh ke lokasi kebakaran.

Petugas Damkar dan masyarakat menyarankan agar gapura tersebut ditiadakan.