Jakarta – Kabar baik datang dari pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada perdagangan Selasa (9/12/2025).
Rupiah berhasil parkir di level Rp 16.676 per dolar AS.
Penguatan ini lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 16.695 per dolar AS.
“Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 19 poin di level Rp 16.676 per dolar AS,” kata Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, dalam keterangannya.
Bank Indonesia (BI) mencatat kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 16.771,44. Angka ini naik dibandingkan posisi Senin yang sebesar Rp 16.738,28 per dolar AS.
Ibrahim menjelaskan, penguatan rupiah dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga oleh bank sentral AS (The Fed) sebesar 25 basis poin atau 0,25 persen.
Namun, investor juga tetap waspada. Sinyal beragam dari para pembuat kebijakan terkait ketidakpastian ekonomi AS menjadi perhatian.
Faktor geopolitik, seperti perang antara Ukraina dan Rusia, juga masih memberikan pengaruh terhadap pergerakan rupiah.
Di sisi lain, Bank Dunia menyoroti lonjakan utang luar negeri jangka pendek Indonesia sepanjang 2024 yang meningkat 29,1 persen menjadi US$ 65,12 miliar. Tahun sebelumnya, utang luar negeri jangka pendek Indonesia tercatat sebesar US$ 50,45 miliar.
“Bank Dunia mencatat, lonjakan kenaikan utang jangka pendek itu dipicu agresivitas penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada periode itu, sebagai instrumen operasi moneter, mempertahankan nilai tukar rupiah, dan menarik aliran modal asing,” jelas Ibrahim.
Untuk perdagangan Rabu, Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup di rentang Rp 16.670 – Rp 16.710 per dolar AS.






