Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam memperkuat kolaborasi dengan Kodim 0304/Agam untuk mempercepat rehabilitasi sarana pendidikan yang rusak akibat bencana alam.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt Tan Batuah, saat menjadi narasumber dalam program podcast di Stasiun TVRI Padang, Sabtu (22/8).
Dalam dialog yang dipandu oleh pihak TVRI tersebut, Bupati Benni Warlis hadir bersama Dandim 0304/Agam, Letkol Inf. Viko Hendrika Sandro, S.I.P., M.Si. Keduanya memaparkan langkah-langkah strategis pemerintah daerah dalam memulihkan fasilitas sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal, aman, dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Bupati Benni Warlis menekankan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam agenda pemulihan pascabencana. Menurutnya, keberlangsungan proses pendidikan tidak boleh terhambat oleh kerusakan infrastruktur. Oleh karena itu, koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pihak guna memastikan perbaikan fasilitas pendidikan berjalan tepat sasaran dan sesuai standar keamanan.
“Rehabilitasi sekolah adalah langkah krusial dalam pemulihan pascabencana. Kami berkomitmen memastikan seluruh fasilitas yang terdampak segera diperbaiki agar anak-anak kita dapat kembali belajar dengan layak. Sinergi dengan TNI menjadi elemen penting dalam mempercepat proses ini di lapangan,” ujar Benni Warlis.
Senada dengan Bupati, Dandim 0304/Agam, Letkol Inf. Viko Hendrika Sandro, menyatakan bahwa TNI siap memberikan dukungan penuh bagi pemerintah daerah. Keterlibatan personel TNI dalam rehabilitasi sekolah merupakan wujud nyata pengabdian untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Pihaknya memastikan akan terus mengawal proses pemulihan ini hingga fasilitas pendidikan benar-benar siap digunakan kembali.
Melalui siaran di TVRI Padang, kedua tokoh ini berharap masyarakat mendapatkan informasi yang transparan mengenai progres penanganan bencana di Kabupaten Agam. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang untuk memperkuat dukungan publik serta mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dalam proses pemulihan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, masyarakat, dan berbagai elemen terkait dinilai sebagai kunci utama keberhasilan rehabilitasi. Dengan sinergi yang solid, diharapkan perbaikan fasilitas pendidikan dapat berjalan optimal, sehingga masa depan generasi penerus di Kabupaten Agam tetap terjaga meski sempat terganggu oleh bencana.
Dialog ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa penanganan pascabencana di Kabupaten Agam dilakukan secara terintegrasi dan terukur. Pemerintah daerah optimistis bahwa dengan dukungan penuh dari TNI dan partisipasi aktif masyarakat, seluruh sarana pendidikan yang rusak akan segera pulih dan kembali berfungsi sebagaimana mestinya.






