Ranah

TB Sumbar Lebarkan Sayap ke Film, Gaet Milenial

156
×

TB Sumbar Lebarkan Sayap ke Film, Gaet Milenial

Sebarkan artikel ini
taman-budaya-sumbar-kembangkan-film,-sasar-generasi-muda-lewat-sastra
Taman Budaya Sumbar Kembangkan Film, Sasar Generasi Muda Lewat Sastra

Padang – Taman Budaya Sumatera Barat (TB Sumbar) melebarkan sayap ke dunia perfilman mulai tahun 2026. Ekspansi ini ditandai dengan peluncuran program film bertema lingkungan dan program kolaborasi sastra-musik bernama Puitisenja.

Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, M. Devid, menegaskan langkah ini merupakan respons terhadap dinamika perkembangan seni di Sumatera Barat.

“Pada 2026, Taman Budaya akan menghadirkan sesuatu yang baru, yaitu film,” ujarnya.

Pengembangan film di TB Sumbar akan diawali dengan serangkaian kegiatan, termasuk workshop dan festival film AndalaSinema.

Selain merambah dunia film, TB Sumbar juga meluncurkan Puitisenja, sebuah wadah kolaborasi antara sastra dan musik yang menyasar generasi muda.

Menurut Kepala Seksi Produksi dan Kreasi Seni TB Sumbar, Ade Efdira, Puitisenja hadir untuk memenuhi kebutuhan generasi muda akan ruang ekspresi sastra yang lebih fleksibel.

TB Sumbar juga akan melanjutkan program-program unggulan yang sudah berjalan, seperti Saba Fest, lomba menulis cerpen, dan berbagai workshop seni lainnya.

Pada tahun 2026, TB Sumbar mengusung tema besar pelestarian lingkungan, dengan harapan dapat menginspirasi para seniman untuk menciptakan karya-karya yang mengangkat isu-isu lingkungan.

TB Sumbar berkomitmen untuk merangkul semua jenis seni, tanpa memandang usia maupun latar belakang seniman.

Menanggapi masukan dari seniman Nasrul Azwar terkait perbaikan fasilitas, M. Devid menyatakan bahwa TB Sumbar saat ini tengah membangun fasilitas pentas seni yang baru.

Sebagai bukti kualitas program yang baik, TB Sumbar berhasil mempertahankan status Tipe A dari Kementerian Kebudayaan RI.

Penilaian tersebut didasarkan pada variasi program, kualitas publikasi, serta sasaran program yang inklusif.

TB Sumbar optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai ruang kreatif yang inklusif dan memberikan dampak positif bagi perkembangan seni budaya di daerah.