Ranah

UMKM Perkuat Strategi Mandiri untuk Bertahan di Luar Platform Marketplace

13
×

UMKM Perkuat Strategi Mandiri untuk Bertahan di Luar Platform Marketplace

Sebarkan artikel ini
umkm-tak-lagi-bergantung-pada-platform-marketplace
UMKM Tak Lagi Bergantung pada Platform Marketplace

Jakarta – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini didesak untuk mendiversifikasi strategi bisnis mereka di luar ketergantungan pada platform marketplace guna membendung serbuan produk impor yang berharga miring.

Ketergantungan tunggal terhadap ekosistem e-commerce tidak lagi dianggap sebagai jaminan mutlak keberlangsungan bisnis di tengah lanskap persaingan yang semakin ketat.

Isu krusial ini mengemuka dalam seminar bertajuk “Jakarta Hustle: Resilience and Resourcefulness beyond E-Commerce Platform” yang digelar di Gedung SMESCO, Jakarta.

Peneliti dari University of the West of England (UWE), Amore Minayora, menekankan bahwa fondasi ketahanan UMKM lokal terletak pada efisiensi akses rantai pasok serta kelincahan logistik.

Ia menambahkan bahwa loyalitas pelanggan yang dibangun melalui hubungan personal menjadi aset vital bagi UMKM untuk mempertahankan relevansinya di tengah kompetisi digital yang keras.

Terkait isu praktik predatory pricing yang kerap dikaitkan dengan produk asal China, pemerhati dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Johanes Herlijanto, menegaskan bahwa tuduhan tersebut hingga kini belum terbukti secara hukum.

Johanes mengamati bahwa harga murah produk asing pada mulanya sempat memberikan keuntungan bagi pedagang lokal untuk menekan modal usaha mereka.

Namun, situasi berbalik drastis ketika penjual mancanegara memangkas rantai distribusi dan langsung menyasar konsumen domestik secara agresif.

Sebagai respons, banyak pelaku UMKM kini mulai beralih dengan mengutamakan peningkatan kualitas produk serta membangun jejaring niaga mandiri di luar kanal digital konvensional.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, menyambut positif temuan penelitian tersebut sebagai perspektif segar bagi masa depan ekonomi digital tanah air.

Riza menilai kajian ini sangat krusial karena mampu mengungkap dimensi sosial dan perubahan perilaku pelaku usaha yang selama ini kerap luput dari perhatian dalam diskursus ekonomi digital.