Ranah

Warga Desak Pemerintah Segera Perbaiki Jalan Ambles di Gunuang Omeh

38
×

Warga Desak Pemerintah Segera Perbaiki Jalan Ambles di Gunuang Omeh

Sebarkan artikel ini
masyarakat-gunuang-omeh-berharap-jalan-ambles-akibat-bencana-segera-diperbaiki
Masyarakat Gunuang Omeh Berharap Jalan Ambles Akibat Bencana Segera Diperbaiki

Limapuluh Kota – Badan jalan di Jorong Titian Dalam, Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunung Omeh, kini berada di ambang kehancuran total akibat tergerus derasnya aliran Sungai Batang Sinamar.

Kondisi infrastruktur yang nyaris putus tersebut menciptakan ancaman nyata bagi keselamatan setiap pengendara yang melintas.

Minimnya sistem penerangan jalan saat malam hari semakin memperbesar risiko kendaraan terperosok ke dalam jurang yang menganga di sisi jalan.

Lebar badan jalan yang tersisa pun memaksa para pengguna kendaraan untuk saling mengalah dan bergantian melintas.

Situasi kian berbahaya lantaran tidak adanya rambu peringatan atau tanda bahaya di sekitar lokasi yang ambles.

Warga setempat, Fadly, mendesak pemerintah daerah segera merealisasikan perbaikan permanen sebelum kerusakan meluas dan merenggut korban jiwa.

Akses ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat yang krusial untuk mobilitas sehari-hari serta pengiriman komoditas pertanian menuju Kota Payakumbuh.

Kekhawatiran serupa datang dari wisatawan asal Payakumbuh, Putra, yang menyoroti potensi penurunan sektor pariwisata menuju Monumen PDRI di Koto Tinggi.

Putra menekankan bahwa kenyamanan dan keamanan infrastruktur merupakan elemen fundamental bagi pengunjung yang ingin menjangkau situs bersejarah tersebut.

Sekretaris Kecamatan Gunung Omeh, Guswantoni, mengakui bahwa dampak kerusakan akibat bencana tahun 2025 memang berskala masif.

Bencana tersebut tidak hanya melumpuhkan infrastruktur jalan dan jembatan, tetapi juga menghancurkan tempat tinggal warga hingga kini masih banyak yang bertahan di Hunian Sementara (Huntara).

Pemerintah kecamatan kini terus menekan percepatan pemulihan fasilitas umum demi membangkitkan kembali denyut ekonomi masyarakat yang sempat mati suri.