Bandung – Sebanyak 2,2 juta wisatawan tercatat mengunjungi berbagai destinasi di Jawa Barat selama periode libur Lebaran, terhitung sejak H-3 hingga H+7. Angka kunjungan ini mengalami kenaikan sebesar 3,62 persen atau sekitar 180 ribu orang dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 2 juta kunjungan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, mengungkapkan bahwa peningkatan kunjungan ini didorong oleh optimalisasi libur Lebaran oleh masyarakat serta dukungan infrastruktur dan aksesibilitas yang semakin memadai di Jawa Barat.
“Kami dari awal sudah mendorong kabupaten/kota dan pengelola untuk betul-betul menyiapkan destinasi wisata, terutama dari sisi daya tarik agar tidak monoton. Kedua adalah dari sisi kebersihan dan keamanan,” ujar Iendra di Gedung Sate, Bandung, Senin (30/3/2026).
Meski kunjungan meningkat, Iendra menyoroti adanya tren penurunan durasi tinggal wisatawan. Rata-rata lama kunjungan turun dari 2,4 hari pada 2024 menjadi 1,4 hari pada 2025. Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh infrastruktur yang semakin baik, seperti Tol Cisumdawu yang mempercepat waktu tempuh perjalanan.
“Ini dampak dari infrastruktur yang lebih baik. Jadi, dari Cisumdawu cuma 1,5 jam ke Cirebon. Tapi sisi lain ini evaluasi buat kita harus terus meningkatkan daya tarik supaya mereka mau tinggal lebih lama di sini,” jelasnya.
Selain itu, Iendra mengakui adanya catatan evaluasi terkait insiden pungutan liar (pungli) di Pantai Santolo yang sempat viral dan menjadi perhatian publik.
Berdasarkan data dari 249 destinasi wisata yang dipantau, wilayah Bandung Raya menempati posisi pertama dengan capaian kunjungan tertinggi. Posisi tersebut disusul oleh Bogor Raya di peringkat kedua dan kawasan Pantai Pangandaran di peringkat ketiga.
Untuk destinasi wisata secara spesifik, Masjid Raya Al-Jabbar di Kota Bandung mencatatkan jumlah kunjungan tertinggi dibandingkan destinasi lainnya di Jawa Barat selama periode libur Lebaran tersebut.
Bandung – Sebanyak 2,2 juta wisatawan tercatat memadati berbagai destinasi wisata di Jawa Barat selama periode libur Lebaran, terhitung sejak H-3 hingga H+7. Angka kunjungan ini mengalami kenaikan sebesar 3,62 persen atau sekitar 180 ribu orang dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 2 juta kunjungan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, menyatakan bahwa peningkatan kunjungan ini didorong oleh optimalisasi libur Lebaran oleh masyarakat serta dukungan infrastruktur dan aksesibilitas yang semakin memadai.
“Kami dari awal sudah mendorong kabupaten/kota dan pengelola untuk betul-betul menyiapkan destinasi wisata, terutama dari sisi daya tarik agar tidak monoton. Kedua adalah dari sisi kebersihan dan keamanan,” ujar Iendra di Gedung Sate, Bandung, Senin, 30 Maret 2026.
Meski mencatatkan pertumbuhan, Iendra mengakui adanya catatan evaluasi, salah satunya terkait kasus pungutan liar (pungli) di Pantai Santolo yang sempat viral di tengah masyarakat.
Selain itu, pihaknya menyoroti penurunan durasi tinggal wisatawan. Rata-rata lama kunjungan wisatawan turun dari 2,4 hari pada 2024 menjadi 1,4 hari pada 2025. Iendra menilai, hal ini merupakan dampak dari membaiknya infrastruktur, seperti Tol Cisumdawu yang memangkas waktu tempuh perjalanan.
“Ini dampak dari infrastruktur yang lebih baik. Jadi, dari Cisumdawu cuma 1,5 jam ke Cirebon. Tapi sisi lain ini evaluasi buat kita harus terus meningkatkan daya tarik supaya mereka mau tinggal lebih lama di sini,” jelasnya.
Berdasarkan pemantauan terhadap 249 destinasi wisata, wilayah Bandung Raya menempati urutan pertama dengan jumlah kunjungan tertinggi, disusul oleh Bogor Raya dan kawasan Pantai Pangandaran.
Secara spesifik, Masjid Raya Al-Jabbar di Kota Bandung menjadi destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan dibandingkan lokasi lainnya di Jawa Barat selama periode libur Lebaran tersebut.






