RanahSosial

MAN 1 Padang Tanam Seribu Pohon, Kemenag Jadikan Role Model Lingkungan

56
×

MAN 1 Padang Tanam Seribu Pohon, Kemenag Jadikan Role Model Lingkungan

Sebarkan artikel ini
kemah-bakti-man-1-padang-penanaman-seribu-pohon-ditutup-kepala-kemenag-padang
Kemah Bakti MAN 1 Padang Penanaman Seribu Pohon Ditutup Kepala Kemenag Padang

Padang – Sebanyak seribu pohon pelindung sukses ditanam oleh MAN 1 Padang dalam rangkaian kegiatan Kemah Bakti yang berlangsung di kawasan Kolam ABG, Lubuk Minturun. Aksi lingkungan ini resmi berakhir pada Jumat (19/6/2026) setelah ditutup secara simbolis oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang, Yasril.

Penanaman ribuan bibit pohon tersebut menyasar titik-titik krusial daerah tangkapan air, mulai dari hulu sungai Batang Guo di Kecamatan Kuranji hingga wilayah Ikua Koto, Koto Panjang, dan Lubuk Minturun di Kecamatan Koto Tangah. Inisiatif yang digagas Kepala MAN 1 Padang, Afrizal, ini menjadi wujud nyata implementasi Program Teoekologi yang diusung Kemenag RI.

Yasril menegaskan bahwa keterlibatan siswa dalam menjaga ekosistem merupakan bentuk tanggung jawab moral manusia terhadap kelestarian alam. Ia berharap langkah preventif ini mampu meminimalisir risiko bencana, seperti banjir bandang, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat luas.

“Kemah Bakti ini mengaktualisasikan rasa cinta dan sayang terhadap lingkungan. Harapannya, manfaat dari penanaman pohon ini dapat dirasakan masyarakat luas di masa depan, sekaligus menjadi langkah preventif dalam mengantisipasi potensi bencana banjir bandang,” ujar Yasril.

Lebih jauh, Yasril mendorong agar aksi penghijauan ini dapat menjadi percontohan bagi institusi pendidikan lain, baik madrasah maupun sekolah umum di Sumatera Barat. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan yang ditunjukkan siswa menjadi nilai tambah yang memperkuat posisi MAN 1 Padang sebagai sekolah favorit di mata masyarakat.

Pemerintah Kota Padang memberikan apresiasi tinggi atas sinergi antara wawasan keagamaan dan pelestarian alam yang diusung dalam kegiatan ini. Keberhasilan program perdana tersebut diharapkan mampu memicu semangat sekolah lain untuk melakukan aksi serupa demi menjaga keberlangsungan ekosistem di wilayah setempat.