Jakarta – Pemerintah Indonesia kini menggenjot transformasi peran masyarakat dari sekadar pengguna teknologi menjadi kreator inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak daya saing nasional di tengah arus digitalisasi global yang kian masif.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menekankan bahwa posisi manusia tetap menjadi komando utama dalam ekosistem digital. Ia menegaskan, AI hanyalah instrumen pendukung untuk mengoptimalkan produktivitas dan kreativitas, bukan pengganti peran manusia.
“Manusia tetap menjadi penggerak utama. Sementara AI adalah alat yang mendukung kemampuan manusia untuk berkreasi, berinovasi, dan berkarya,” ujar Riefky saat menghadiri Festival AI Nusantara, Minggu (21/6/2026).
Pemerintah berkomitmen menyiapkan ekosistem yang mendukung masyarakat agar mampu menciptakan solusi berbasis AI, terutama bagi sektor UMKM dan industri kreatif. Prioritas utama dalam agenda ini adalah pemerataan akses pendidikan serta pengembangan keterampilan digital sejak dini.
Namun, tantangan kesenjangan digital masih menjadi hambatan nyata. Kesenjangan akses teknologi dikhawatirkan membatasi potensi talenta-talenta berbakat di berbagai daerah, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Direktur PT Fokus Target Solusi, Fima Rosyidah, menyoroti pentingnya inklusivitas agar teknologi ini dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga pelaku usaha kecil. Menurutnya, kolaborasi antara manusia dan mesin harus ditempatkan pada proporsi yang tepat.
“Pendekatan yang tepat adalah menjadikan manusia sebagai pengendali utama, sementara AI berfungsi sebagai pendamping. Dengan cara tersebut, teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas tanpa menghilangkan peran manusia dalam proses kreatif,” tutur Fima.
Festival AI Nusantara sendiri menjadi ajang strategis bagi ratusan talenta digital untuk berkolaborasi. Kegiatan ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi di berbagai sektor sekaligus memetakan potensi inovator lokal yang memiliki daya saing di kancah internasional.






