Ranah

Pemkab Tanah Datar Dorong Optimalisasi Sentra IKM Olah Produk Hortikultura

50
×

Pemkab Tanah Datar Dorong Optimalisasi Sentra IKM Olah Produk Hortikultura

Sebarkan artikel ini
sentra-usaha-saos-tomat-di-nagari-lawang-mandahiling-telah-berproduksi
Sentra Usaha Saos Tomat di Nagari Lawang Mandahiling Telah Berproduksi

Batusangkar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memacu optimalisasi Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Nagari Lawang Mandahiling, Kecamatan Salimpaung, sebagai pusat pengolahan komoditas hortikultura. Langkah ini diambil untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal, seperti tomat dan cabai, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat setempat.

Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menegaskan bahwa sentra tersebut merupakan investasi strategis bagi kesejahteraan petani. Saat meninjau langsung fasilitas produksi, ia menyoroti pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan usaha.

“Kualitas bahan baku harus benar-benar terjaga. Selain itu, aspek branding dan manajemen pengelolaan yang profesional menjadi kunci utama dalam memperkuat perencanaan, pengendalian, hingga pencapaian target usaha,” tegas Ahmad Fadly.

Saat ini, operasional sentra tersebut berjalan melalui sinergi antara Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) sebagai pengelola fasilitas dan koperasi yang menangani teknis produksi. Sejumlah pelaku UMKM di Tanah Datar pun telah mulai menyerap produk saus tomat yang dihasilkan dari fasilitas tersebut.

Meski demikian, Kepala Dinas Nakerin Tanah Datar, Nusyirwan, mengakui adanya tantangan dalam pengembangan skala usaha. Keterbatasan modal dan volume pesanan menjadi kendala yang tengah diupayakan solusinya agar kapasitas produksi dapat terus meningkat.

Guna memperluas dampak ekonomi, Ahmad Fadly telah menginstruksikan jajaran camat dan wali nagari di seluruh wilayah Tanah Datar untuk mendorong pemanfaatan fasilitas ini secara maksimal. Ia berharap para pelaku IKM dapat mengolah hasil panen menjadi berbagai produk turunan bernilai ekonomi tinggi, seperti saus sambal dan cabai giling.

“Fasilitas yang tersedia harus dimanfaatkan secara optimal. Kami mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi agar sentra ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya para petani,” pungkasnya.