Padang – Pemerintah Kota Padang tancap gas melakukan transformasi digital pada sistem pendataan bantuan sosial guna memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat.
Langkah strategis ini menempatkan Kota Padang sebagai salah satu dari 42 daerah proyek percontohan nasional dalam digitalisasi bantuan sosial.
Dinas Sosial Kota Padang secara resmi memperkuat implementasi Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebagai basis data utama yang terintegrasi.
Sistem baru ini memberikan akses penuh bagi masyarakat untuk melakukan pendaftaran maupun pembaruan data secara mandiri.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kota Padang, Syaiful Andri, menjelaskan bahwa fitur tersebut dirancang untuk mempermudah partisipasi publik.
Uji coba perdana aplikasi dijadwalkan menyasar Kelurahan Kuranji serta Kelurahan Pengambiran Ampalu Nan XX pada 7 hingga 8 Juli mendatang.
Staf Ahli Wali Kota Padang, Feri Mulyani Hamid, menegaskan peran krusial para camat dalam mengawal transisi pendataan digital di wilayah masing-masing.
Digitalisasi menjadi instrumen vital pemerintah kota untuk meminimalisasi potensi salah sasaran dalam penyaluran bantuan.
“Setelah rakor ini, program Perlinsos akan langsung berjalan hingga akhir Agustus, karena pada September mendatang kita sudah memasuki masa sanggah,” tegas Feri Mulyani Hamid.
Feri menuntut komitmen penuh dari jajaran kecamatan agar warga yang benar-benar berhak mendapatkan akses bantuan tanpa hambatan.
Seluruh rangkaian sosialisasi kini dikebut melalui skema kerja maraton demi mengejar tenggat waktu implementasi yang ketat.
Transformasi digital ini diharapkan mampu mewujudkan basis data yang lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.






