Ranah

Armada Uzur Hambat PAD, UPTD PUPR Sawahlunto Harapkan Peremajaan Alat Berat

16
×

Armada Uzur Hambat PAD, UPTD PUPR Sawahlunto Harapkan Peremajaan Alat Berat

Sebarkan artikel ini
kendaraan-dan-alat-berat-uptd-pupr-sawahlunto-perlu-diremajakan
Kendaraan dan Alat Berat UPTD PUPR Sawahlunto Perlu Diremajakan

Sawahlunto – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor penyewaan alat berat di Kota Sawahlunto sepanjang tahun 2025 gagal mencapai target yang ditetapkan.

Data UPTD Kendaraan Bermotor dan Alat Berat Dinas PUPR mencatat perolehan pendapatan hanya menyentuh angka Rp44.950.000.

Jumlah tersebut terpaut jauh dari target awal sebesar Rp96.375.000.

Kepala UPTD Kendaraan Bermotor dan Alat Berat Dinas PUPR Sawahlunto, Masril, mengungkapkan bahwa faktor utama penghambat pendapatan adalah kondisi armada yang sudah uzur.

Saat ini, instansi tersebut mengelola lima unit alat berat yang terdiri dari excavator, motor grader, backhoe loader, baby roller, dan dump truck.

“Usia armada yang menua menjadi penghambat utama optimalisasi operasional,” tegas Masril.

Kondisi fisik kendaraan yang sudah tua berdampak langsung pada tingginya biaya perawatan serta penurunan produktivitas di lapangan.

Masril mengakui adanya urgensi peremajaan armada demi meningkatkan efisiensi pelayanan kepada masyarakat.

Kendati demikian, rencana pembaruan fasilitas ini masih terkendala keterbatasan anggaran daerah.

Kebijakan efisiensi belanja pemerintah kota saat ini memaksa agenda peremajaan alat berat ditunda dalam waktu dekat.

Di balik keterbatasan tersebut, kelima alat berat tetap menjadi tumpuan vital dalam penanganan respons cepat kebencanaan di wilayah Sawahlunto.

Unit-unit tersebut rutin dikerahkan untuk menormalisasi akses jalan yang tertutup longsor serta menstabilkan titik-titik tebing berbahaya.

Pemerintah daerah kini memperkuat integrasi kerja sama antara DKP2LH, BPBD, dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk mempercepat aksi di zona bencana.

Koordinasi lintas instansi ini terbukti efektif dalam meminimalisir dampak risiko bencana secara lebih sigap bagi masyarakat luas.