Padang – Pemerintah Kota Padang mulai memacu persiapan maksimal menyambut Hari Jadi Kota (HJK) ke-357 yang akan dihelat pada 6 hingga 10 Agustus 2026 mendatang.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah lokasi strategis pada Kamis (16/7/2026).
Peninjauan tersebut menyasar kesiapan infrastruktur serta aksesibilitas di kawasan ikonik seperti Kota Tua, Batang Arau, Sungai Batang Palinggam, hingga Pantai Padang.
Maigus memastikan seluruh aspek teknis, mulai dari kebersihan lingkungan, manajemen lalu lintas, hingga sistem keamanan, telah tersusun dengan matang.
Perhelatan tahun ini mengusung visi besar bertajuk “Taste of Padang Experience 2026: Road to Gastronomy City”.
Pemerintah kota memanfaatkan momentum ini sebagai strategi jitu untuk mempromosikan sektor wisata, budaya, dan kuliner Padang di panggung internasional.
Salah satu agenda paling dinanti adalah peresmian Jembatan Hildesheim yang menjadi simbol penguatan kerja sama kota kembar antara Padang dan Hildesheim, Jerman.
Maigus menginstruksikan agar seluruh rangkaian acara mampu menyuguhkan kesan mendalam bagi para tamu serta seluruh lapisan masyarakat.
Pihaknya juga mendorong partisipasi aktif warga untuk menjaga ketertiban serta memberikan pelayanan ramah kepada para wisatawan yang berkunjung.
Ketua Panitia HJK ke-357, Corri Saidan, memaparkan bahwa rangkaian agenda akan dibuka pada 6 Agustus dengan seminar pendidikan dan simposium pengelolaan sampah.
Kemeriahan berlanjut pada 7 Agustus melalui pembukaan Padang Gastronomy Market serta seremoni peresmian Jembatan Hildesheim.
Daya tarik acara akan semakin kental pada 8 Agustus dengan beragam kegiatan olahraga, yakni Gowes Siti Nurbaya dan Festival Salaju Sampan.
Puncak perayaan yang dijadwalkan pada 9 Agustus akan menghadirkan kemeriahan BOM Run serta pertunjukan musik Xploria Padang.
Rangkaian festival ditutup secara resmi pada 10 Agustus bersamaan dengan gelaran Padang Fashion Summit dan penutupan festival kuliner.
Pemerintah optimistis seluruh rangkaian kegiatan ini akan menjadi lokomotif penggerak ekonomi daerah sekaligus meneguhkan posisi Padang sebagai destinasi wisata kelas dunia.






