BudayaRanah

Niniak Mamak Pasaman Barat Harus Perkuat Karakter Generasi Muda Bangsa

51
×

Niniak Mamak Pasaman Barat Harus Perkuat Karakter Generasi Muda Bangsa

Sebarkan artikel ini
pemprov-sumbar-dorong-peran-niniak-mamak-bentengi-generasi-muda-dari-pengaruh-negatif
Pemprov Sumbar Dorong Peran Niniak Mamak Bentengi Generasi Muda dari Pengaruh Negatif

Pasaman Barat – Niniak mamak dituntut mengambil peran garda terdepan dalam menyelamatkan generasi muda dari arus degradasi moral yang kian mengkhawatirkan.

Desakan ini disampaikan Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang, dalam prosesi penobatan Rajo Adat Aia Bangih di Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (16/7/2026).

Jasman mengidentifikasi pergeseran nilai akibat minimnya pemahaman agama, dampak buruk teknologi, narkoba, hingga pergaulan bebas sebagai ancaman nyata bagi masa depan nagari.

Ia menegaskan bahwa nasib keberlangsungan nagari sangat bergantung pada pembentukan karakter generasi penerus yang saat ini berada dalam posisi rentan.

Dalam struktur sosial Minangkabau, posisi penghulu memegang peran krusial sebagai pembina anak kemenakan sekaligus penjaga marwah kaum.

Eksistensi penghulu bahkan memiliki legitimasi untuk menjatuhkan sanksi sosial bagi pelanggar norma demi menjamin ketertiban masyarakat.

Sekretaris LKAAM Provinsi Sumbar tersebut menekankan bahwa tanggung jawab moral seorang penghulu bersifat luas dan melampaui sekat-sekat kaumnya.

Para niniak mamak didorong untuk terus menebarkan keteladanan melalui pendidikan karakter serta internalisasi nilai-nilai agama dan adat dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi antara niniak mamak, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci mutlak dalam mencetak generasi berakhlak mulia dan bertanggung jawab.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjadikan penguatan tokoh adat sebagai fondasi utama ketahanan sosial berbasis falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Perhelatan penobatan ini turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, para tokoh adat, serta tamu undangan dari berbagai wilayah, termasuk delegasi dari Tapanuli Selatan.