Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tancap gas dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur strategis dengan memanfaatkan suntikan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp534,98 miliar.
Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumatera Barat memegang kendali atas Rp258,45 miliar dana tersebut untuk mengeksekusi 18 proyek pembangunan yang tersebar di berbagai penjuru daerah.
Capaian fisik pengerjaan proyek-proyek ini tercatat telah menembus angka 20,53 persen hingga penutupan periode Juli 2026.
Dari sisi penyerapan anggaran, realisasi keuangan untuk seluruh rangkaian kegiatan tersebut saat ini berada di angka Rp20,84 miliar atau setara 8,06 persen.
Kepala Dinas BMCKTR Sumatera Barat, Armizoprades, memastikan seluruh tahapan konstruksi di lapangan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
“Secara umum progresnya cukup baik dan setiap kegiatan harus melalui tahapan teknis yang menjadi bagian dari proses pelaksanaan,” tegas Armizoprades di Padang, Jumat (7/8/2026).
Pihaknya menargetkan seluruh rangkaian proyek infrastruktur ini bakal tuntas sepenuhnya pada Desember 2026 mendatang.
Sektor rehabilitasi jalan provinsi menjadi prioritas utama dengan alokasi anggaran paling dominan mencapai Rp104,39 miliar.
Dana tersebut juga menyasar berbagai proyek vital lainnya, mulai dari rekonstruksi jalan, pembangunan serta penggantian jembatan, hingga pembenahan sistem air minum.
Daftar agenda pembangunan ini turut mencakup pengembangan TPA Regional Payakumbuh, perbaikan sistem drainase perkotaan, serta pengadaan Jembatan Bailey.
Armizoprades mengakui bahwa proses konstruksi di lapangan berisiko mengganggu kenyamanan serta mobilitas masyarakat sehari-hari.
Dia menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengharapkan pengertian publik atas potensi hambatan lalu lintas yang timbul selama masa pengerjaan.
Ketidaknyamanan tersebut ditegaskan sebagai konsekuensi logis dari upaya pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang lebih baik bagi kepentingan masyarakat luas.






